Padat Karya Bantul: 300 Lokasi Infrastuktur Dimulai, Target 21 Hari Selesai

Pengerjaan: Terlihat masyarakat saat melakukan proses pengerjaan fisik padat karya. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul sebut pengerjaan fisik padat karya Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sudah dimulai per tanggal 12 Juni lalu. Adapun pengerjaan fisik di 300 lokasi yang tersebar di 17 Kapanewon ini ditargetkan selesai selama 21 hari kerja.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja dan Transmigrasi pada Disnakertrans Bantul Rumiyati menyampaikan, proses droping material padat karya ini selesai pada 11 Juni lalu. “Lalu untuk mulai pengerjaannya dimulai tanggal 12 Juni sampai dengan tanggal 6 Juli, atau 21 hari kerja,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Manfaatkan Sampah Organik dengan Budi Daya Maggot

Rumi juga menambahkan, jenis pembangun pada karya ini yakni sarana prasarana fisik yang sifatnya sederhana. Seperti talut, saluran drainase, dan cor blok jalan. “Pada intinya infrastruktur yang sifatnya sederhana,” imbuhnya.

Menurutnya, output dari padat karya tersebut diharapkan mampu memberikan penghasil langsung bagi masyarakat meskipun bersifat sementara. Akan tetapi tidak hanya dari segi penghasilan, tujuan utama pembangunan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian lokal dengan fasilitas infrastruktur yang memadai.

“Tujuan padat karya itu untuk memberi pekerjaan kepada pengangguran, setengah penganggur, dan masyarakat miskin, walaupun sifatnya sementara. Output-nya paling tidak nanti masyarakat mendapatkan penghasilan selama 21 hari itu. Lalu outcome-nya, sarana perekonomian mereka terbangun, sehingga mudah-mudahan impeknya secara keseluruhan dapat meningkatkan perekonomian lokal,” ujarnya.

Baca juga:  Mahasiswa UMY Ciptakan Aplikasi Finmap untuk Atasi Pinjol dan Judol

Selain itu, dirinya juga menjelaskan, pengerjaan padat karya ini terbagi menjadi dua paket pengerjaan. Pertama, paket pengerjaan dengan anggaran sebesar Rp100 juta sebanyak 276 titik, dan yang kedua paket dengan anggaran Rp200 juta dengan jumlah 24 lokasi.

“Jadi untuk serapan tenaga kerja paket satu sebanyak 26 pekerja per satu lokasi. Sehingga secara total pekerja di 276 lokasi jumlahnya 7.176 orang. Lalu untuk yang paket Rp200 juta jumlah pekerjaannya total sebanyak 1.248,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Bantul Istirul Widiastuti menyampaikan, padat karya ini diharapkan memberikan kemudahan mobilitas barang dan jasa masyarakat. Sehingga aktivitas perekonomian menjadi lebih lancar dan berimplikasi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga:  Status Gunung Merapi Siaga Darurat, Warga Diminta Waspada

“Kalau dulu pusat perekonomian itu terhambat, setelah dibuka jalan baru waktunya bisa lebih pendek. Artinya bisa membantu memperlancar transportasi untuk jalan-jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan,” ujarnya. (nik/abd)