Perkuat Branding, Sertifikasi Alpukat Suro Diajukan

BAHAGIA: Masyarakat saat memperlihatkan alpukat suro di halaman Balai Kota Yogyakarta, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Beberapa buah asli Yogyakarta seperti Duku Asli Nitikan, Mangga Cempuro, dan Semar dari keraton telah mendapat sertifikat tanda daftar varietas tanaman lokal dari Kementerian Pertanian. Adapun yang saat ini dalam proses pendaftaran sertifikat tanda varietas Alpukat Suro. Pengajuan sertifikasi itu diharapkan dapat memperkuat branding dan mencegah terjadinya klaim varietas oleh negara lain.

Ketua Kampung Wisata Sura Amerta, Sri Purwatiningsih mengatakan, pihaknya terus mengupayakan peningkatan jumlah stok Alpukat Suro. Karena saat ini hasil panennya belum dalam jumlah yang banyak, meskipun memerlukan masa tunggu tiga tahun sejak pertama ditanam hingga berbuah. Meski begitu, dampak yang dirasakan sudah mulai terasa.

Baca juga:  Sultan HB X Ingatkan Pemkab Gunungkidul Perketat Proses Investasi

“Satu pohon itu sekali panen bisa mendatangkan pendapatan hingga Rp12 juta, karena Alpukat Suro merupakan jenis premium yang harga pasarannya juga tinggi, sekitar Rp100 ribu per buah. Jadi biasanya sebelum masa panen sudah dipesan beberapa instansi, tapi yang utama kami bagikan terlebih dahulu ke warga sekitar,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Dikatakan bahwa pihaknya telah mengajukan ke Kementerian Pertanian supaya Alpukat Suro mendapatkan sertifikat varietas tanaman lokal. Hal itu dilakukan melindungi dan menjaga kualitas mutu tanaman, sehingga pengembangan dan budidayanya dapat berjalan untuk jangka panjang.

Baca juga:  Diskominfosan Kota Yogyakarta Lakukan Enkripsi Antisipasi Pencurian Data

“Sejauh ini ada sekitar 50 warga yang aktif terlibat dalam membudidayakan Alpukat Suro. Kami juga terus mendorong agar warga di Kampung Surokarsan bisa membudidayakannya di setiap rumah dengan metode tabulampot. Kemudian di sepanjang bantaran sungai juga kami tanami pohon alpukat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian Leli Nuryati menyampaikan, varietas tanaman lokal memang harus diselamatkan. Sebab, varietas tanaman asli Indonesia rawan diakui oleh negara lain.

“Perpindahan varietas tanaman lokal ke luar negeri juga sangat mudah. Seperti dibawa oleh peneliti dari luar negeri atau dibawa oleh turis yang paham dengan varietas tanaman. Apabila sudah terdaftar, harapannya varietas tanaman lokal tidak diakui tanaman dari negara lain,” pungkasnya. (riz/abd)