Satu Modul TPST Dingkikan Beroperasi Awal Juli

SIAP BEROPERASI: Terlihat salah satu modul TPST Dingkikan yang siap beroperasi awal Juli mendatang. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyebutkan bahwa satu dari tiga modul Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dingkikan, Argodadi, Sedayu mulai beroperasi pada awal Juli mendatang. Modul pertama ini diperkirakan mampu memproduksi sebanyak 20 ton sampah per hari.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan, TPST Dingkikan ini berdiri di atas lahan Sultan Ground (SG) dengan luas kurang lebih 6.000 meter persegi. Adapun, TPST ini diprediksi akan mulai beroperasi secara maksimal pada September mendatang.

“Tiga hanggar atau tiga modul yang akan kita selesaikan secara lengkap itu bulan September. Tapi yang modul pertama, yang paling timur, itu sudah bisa beroperasi awal Juli,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Dewan Siapkan Rp12 Miliar, Atasi Masalah Sampah

Halim merinci, modul pertama yang akan mulai beroperasi pada awal Juli akan mengelola sampah dengan volume 20 ton per hari. Sementara itu, secara keseluruhan dari tiga modul tersebut akan mengelola sampah sebanyak 60 ton. “Modul pertama yang beroperasi awal Juli ini kapasitasnya 20 ton per hari. Sehingga nanti tiga mudol ini totalnya akan mengolah sampah 60 ton per hari,” terangnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengatakan, output dari TPST Dingkikan ini yaitu pengolahan sampah berupa Refused Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar pengganti. Adapun, Halim juga mengatakan, RDF ini nanti akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk perbuatan semen. “Jadi di sini akan memproduksi RDF. Sebagai substitusi batubara untuk bahan bakar pabrik semen di Cilacap,” imbuhnya.

Baca juga:  KADIN DIY Soroti Ancaman Resesi Ekonomi 2025

Selain itu, Halim juga menyinggung bahwa ITF Pasar Niten yang sudah mulai beroperasi beberapa bulan, yang difokuskan untuk mengolah sampah organik. Sementara TPST lain yang masih dalam pengejaran yakni ITF Bawuran.

“Untuk membangun semua ini tentu butuh waktu. Semoga semuanya selesai di tahun 2024, sehingga sampah-sampah yang ada dapat diolah dengan optimal. Selain itu, saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak, jangan membuang sampah sembarangan, biar bagaimanapun, sampah itu adalah tanggung jawab kita masing-masing sebagai individu yang memproduksi sampah,” pungkasnya. (nik/abd)