Pati  

265 Pondok Pesantren Berdiri di Pati

Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim.
Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kabupaten Pati mendapatkan sorotan belakangan ini. Sorotan negatif tersebut muncul usai tewasnya bos rental asal Jakarta yang dikeroyok masa di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo pada Kamis (6/6/2024) lalu.

Dengan adanya stigma negatif tersebut seakan menghapus nama baik Kabupaten Pati. Padahal, daerah yang sudah berumur 700 tahun ini dikenal sebagai kota santri.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, KH Yusuf Hasyim menyebut ada 265 pondok pesantren di Pati. Angka tersebut berdasarkan data dari Kemenag pada 2023.

Puluhan ribu santri dari berbagai penjuru tanah air datang untuk mondok di ratusan pesantren yang tersebar di Bumi Mina Tani ini. Bahkan, jumlah pesantren di Pati menjadi yang terbanyak kedua di Jawa Tengah.

Baca juga:  Pemkab Pati Siap Sukseskan Pilkada 2024

“Berdasarkan data dari BPS dan Kemenag, di Kabupaten Pati ada 200 lebih pondok pesantren. Santrinya mencapai 20 ribuan. Itu belum termasuk yang majelis-majelis taklim,” kata dia, belum lama ini.

Salah satu wilayah yang menjadi pusat belajar agama di Pati adalah Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso. Setidaknya ada puluhan ponpes berdiri di desa ini.

Salah satunya adalah Pondok Pesantren Maslakul Huda. Pondok ini berdiri sejak 1910 dan mendapat penghargaan dalam Anugerah Satu Abad NU pada 2023 lalu.

KH Yusuf Hasyim menjelaskan, banyak ulama dan tokoh bangsa dari Pati yang masyhur di nasional, bahkan internasional. Sehingga menurutnya, kasus pengeroyokan yang dilakukan sejumlah orang itu tidak mencerminkan sifat warga Pati secara keseluruhan.

Baca juga:  Raperda Cagar Budaya Mulai Digodok

“Saya kira kejadian di Sumbersoko ini sifatnya hanya kasuistik, tidak bisa digeneralisir,” ucap dia.

Bahkan ia menyaksikan sendiri aktivitas warga Desa Sumbersoko. Sehingga, lanjut dia, stigma negatif tidak bisa digeneralisasi kepada seluruh penduduk desa tersebut.

“Saya sendiri beberapa waktu lalu pernah ceramah di Sumbersoko. Ada pengajian dan selawatan. Luar biasa antusiasme masyarakat. Ibu-ibu di sana juga banyak yang jadi pengurus NU, Muslimat dan Fatayat bagus-bagus kegiatannya,” tuturnya.

KH Yusuf Hasyim mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Pati lebih baik lagi, menjadi kota santri yang bermartabat. Untuk itu, dia berharap kejadian seperti di Sumbersoko pekan lalu tidak terulang lagi.

Baca juga:  Ndablek, 18 Napi Narkoba Dipindahkan

“Masyarakat harus mulai cerdas terhadap hukum. Artinya jangan sampai mudah terprovokasi oleh isu sensitif yang akan merugikan masyarakat sendiri. Masyarakat harus sadar hukum, baik hukum agama, adat, maupun pemerintah,” imbau dia.

Dia juga mengajak masyarakat untuk membiasakan diri bertabayun setiap mendapatkan informasi apa pun. Sehingga, tidak mudah terprovokasi.

“Kejadian kemarin itu juga berawal dari informasi yang kurang ditabayunkan. Sedangkan kalau dalam sisi agama, setiap informasi harus ditabayunkan dulu, jangan mudah terprovokasi. Tanpa tabayun, berita hoaks sering dianggap kebenaran oleh masyarakat,” tandas dia. (lut/fat)