Figur  

Daraen dan Nisrina, Siswa MTsN 9 Sleman yang Berhasil Kembangkan Riset untuk Bantu Orang Buta

Daraen Cleverich Atarubby dan Nisrina Ghina Lathifah Yumna
Daraen Cleverich Atarubby dan Nisrina Ghina Lathifah Yumna. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

INOVASI menjadi salah satu cara dalam meningkatkan ilmu, seperti yang dilakukan Daraen Cleverich Atarubby dan Nisrina Ghina Lathifah Yumna. Melalui ekstrakurikuler riset di sekolah, mereka berhasil meraih juara dua tingkat kabupaten dengan membuat penelitian untuk membantu orang buta.

Daraen yang masih duduk di bangku kelas tujuh MTsN 9 Sleman itu mengikuti ekstrakurikuler riset dan teknologi karena tertarik dengan dunia sains. Dalam ekstrakurikuler itu, dia diajarkan ilmu untuk membuat dan menganalisis hipotesis dalam sebuah penelitian.

“Kami berfokus pada pengembangan teknologi untuk orang buta. Supaya dapat membantu orang yang membutuhkan, dan memiliki kebutuhan khusus,” ungkapnya, Rabu (19/6/24).

Baca juga:  Foto Tetangga Jadi Inspirasi Raih Prestasi

Dalam kejuaraan riset, mereka membuat penelitian terkait alat komunikasi untuk membantu orang buta. Dengan harapan, orang yang tidak bisa melihat dapat terbantu dengan rancangan yang mereka buat.

“Waktu itu kami membuat teorinya saja dan alhamdulillah bisa mendapat juara dua. Jika sekolah berkenan merealisasikan untuk membuat alat itu, saya siap untuk ikut andil dalam pembuatannya. Sebab saya rasa alat itu sangat bermanfaat,” tambahnya.

Ia menambahkan, saat dirinya naik ke kelas delapan, ia berkeinginan untuk pindah ke ekstrakurikuler robotik. Sebab terdapat perbedaan antara riset dan robotik, di mana robotik akan berfokus ke dunia sains yang lebih mendalam. “Harapan saya bisa mengikuti Madrasah Young Researchers Supercamp (Myres), di mana seluruh sekolah se-Indonesia dan dapat mengembangkan kemampuan yang telah di ajarkan dari sekolah,”

Baca juga:  Promosikan Kebudayaan lewat Teknologi

Di sisi lain, rekan satu tim riset Daraen, Nisrina mengungkapkan, raihan juara dua di tingkat kabupaten itu membuatnya bahagia. Selain dapat mengangkat nama sekolah dan orang tua, itu menjadi modal awal baginya untuk terus berprestasi.

“Mengikuti ekstrakurikuler riset itu adalah keinginan saya sendiri, sekaligus sebagai pembuktian apa yang saya kerjakan dengan senang hati harus membuahkan hasil yang manis. Saya berharap bisa mengikuti kegiatan lomba dan meraih juara di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (riz/abd)