Klarifikasi PHK, PT Sei Apparel Masih Beroperasi

KETERANGAN: Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Aziz, Kepala DPMPTSP Jateng Sakina Rosellasari dan Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) PT Sei Apparel Alwi Kusmarwoto saat konferensi pers di Kantor Disnakertrans Jateng, Rabu (19/6/24). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Meski dinyatakan tutup oleh Kemenaker, serikat pekerja di PT Sei Apparel mengungkapkan bahwa PT Sei Apparel hingga kini masih beroperasi. Bahkan masih dengan ribuan pekerja.

Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) PT Sei Apparel, Alwi Kusmarwoto menyebut, masih ada 2.500 pekerja di PT Sei Apparel. Alwi menceritakan pada Juni 2022 sampai 2023 pekerja di PT Sei Apparel mencapai 8.000 orang. Namun pada 2023 produksi mulai berkurang dan owner PT Sei Apparel menjual lahan ke pihak PT Djarum.

“PT Djarum memberikan waktu sampai Januari 2024. Pada awal 2024 lahan disekat tapi PT Sei Apparel masih beroperasi di belakang gedung yang dulu digunakan untuk produksi,” ucapnya saat konferensi pers bersama Disnakertrans dan DPMPTSP Jateng, di Kantor Disnakertrans Jateng, Rabu (19/6/24).

Baca juga:  Meriahkan Bazar UMKM Banyumanik, KKN Posko 22 UIN Walisongo Gali Nilai-nilai Moderasi Beragama

Alwi mengatakan, PUK PT Sei Apparel dan federasi pekerjaan terus berupaya agar karyawan masih diberikan kesempatan bekerja. Pada akhir 2023 sampai 2024 perusahaan masih tetap berjalan bahkan pesanan terus berlanjut.

Di akhir 2023 masih ada 4.000 pekerja yang masih berkerja di PT Sei Apparel. Dari total tersebut 1.482 di antaranya adalah karyawan tetap. Namun hanya 50 persen gedung yang digunakan karena sisanya digunakan oleh PT Djarum, 1.482 pekerja di PHK.

“Sampai sekarang di PT Sei Apparel yang ada di Mranggen masih ada 2.500 pekerja,” ucapnya.

Baca juga:  Disambut Antusias Warga, KKN Posko 49 UIN Walisongo Adakan Bersih Mushala di Kelurahan Gemah

Ribuan karyawan tetap yang terkena PHK dituturkan Alwi mendapatkan Rp 40 juta sampai Rp 70 juta. Rata-rata karyawan yang mendapatkan uang PHK sudah bekerja selama 24 tahun.

“Perusahaan akan pindah ke Grobogan dan pekerja ditawarkan untuk pindah ke sana. Kami juga diberikan kesempatan bekerja di sana dan dijanjikan akan dijadikan pekerja tetap pada 2025,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Jawa Tengah, Ahmad Aziz turut mengklarifikasi berita PHK yang mencatut PT Sae Apparel Industries di Kota Semarang. Aziz menyebut, PHK tersebut tak lepas dari relokasi PT Sae Apparel Industries dari Kota Semarang menuju Kabupaten Grobogan. Aziz menegaskan, relokasi tersebut tak merugikan pekerja.

Baca juga:  Pemprov Jateng Petakan Kerawanan Pilkada 2024

“Untuk relokasi ini tidak merugikan pekerja. Bahkan dari pekerja yang ada 8000 itu, (kalau) mereka mau ikut ke Grobogan, semua (akan) diterima oleh perusahaan. Perusahaan menyarankan begitu, tetapi ada sebagian karyawan tidak mau, sehingga memilih PHK sesuai PP,” jelas Aziz. (luk/gih)