Tanamkan Pendidikan Karakter pada Siswa lewat Kurban

SUASANA: Pemotongan hewan kurban di SDN Peleburan 04 Semarang, Rabu (19/6/24). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – SD Negeri Peleburan 04 Semarang turut merayakan Iduladha dengan menyebelih hewan kurban hasil menabung para siswa. Dalam waktu 4 bulan, para siswa mulai dari kelas 1 sampai kelas 5 berhasil mengumpulkan uang yang bisa dibelikan satu ekor kambing.

Kepala SDN Peleburan 04, Dwi Apri Kristianti menyebut, kegiatan ini baru dilaksanakan pertama kali pada tahun ini. Hal tersebut pun atas inisiasi dari para orang tua siswa selaku komite sekolah.

“Untuk kegiatan hari ini kebetulan kita bisa melaksanakan kurban, untuk melatih anak-anak dengan pendidikan karakter. Terutama di bidang keagamaan, religius, karena memang kita melaksanakan ini juga kerja sama dengan komite yang dimadegani oleh komite. Kita bapak/ibu guru tinggal mendorong, memotivasi anak-anak,” jelasnya saat ditemui di sekolah, Rabu (19/6/24).

Baca juga:  RSUD dr Adhyatma Punya Inovasi Telpon Mbahe, Dukung Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Geriatri

Selain menyebelih satu ekor kambil dari hasil iuran anak-anak didiknya, sekolah juga menyebelih lima ekor kambing lainnya. Dua dari orang tua siswa dan tiga ekor kambing dari para guru.

“Ada 6 ekor, 1 ekor dari semua siswa dari kelas 1 sampai kelas 5 karena kemarin kelas 6 sudah hampir selesai. Kemudian, 2 ekor dari putra bapak komite atau dari orang tua dan 3 dari bapak/ibu guru,” beber Dwi.

Sementara itu, Bendahara Komite, Wahyu Setyawati menyampaikan bahwa dalam prosesnya para siswa diminta meyisihkan uang saku setiap hari Kamis. Nominalnya pun bebas tak ditentukan. Sebab kegiatan ini merupakan upaya untuk melatih anak belajar ikhlas.

Baca juga:  BRT Semarang Sering Asap Hitam dan Mogok, Dishub Beri Surat Peringatan Operator dan Akan Potong Subsidi

“Itu tidak dibatasi. Jadi dia menyisihkan uang saku. Ada yang seribu, dua ribu, bahkan ada yang 500, 100 pun ada. Jadi terserah anak-anak, seikhlasnya dari uang saku mereka,” ujarnya.

Ayu, sapaan akrab Wahyu Setyawati menyebut bahwa anak-anak menyisihkan uang selama empat bulan. Yakni sejak Maret 2024 lalu. Dari hasil menyisihkan uang tersebut, anak-anak berhasil memberi satu ekor kambil dengan harga Rp 3,5 juta. Pihaknya berharap ke depan melalui kegiatan ini bisa melatih anak untuk memahami makna dari berkurban di Iduladha.

Baca juga:  Jalankan Layanan ILP Tingkat RW

“Harapannya mendatang bisa lebih bagus lagi kedepannya. Pokoknya ini murni dari anak-anak, dari anak untuk anak. Kita juga sudah dibilangin kita nggak berharap, dikasih ke anak-anak semua dan dibagi rata ke anak-anak. Ibu-ibu pokonya tanpa pamrih,” tutupnya.

Salah satu siswa, Tasanee Cattleya Nara mengaku sangat senang bisa ikut berkurban pada tahun ini. Siswa kelas 3 ini menyebut akan meminta orang tuanya membuatkan olahan iga untuk daging yang dia dapat nantinya.

“Hari ini berkurban, seneng sekali. Kemarin menyisihkan uang saku buat kurban. Seneng aja karena dapat daging yang enak begitu, bisa dimasak. Pingin dijadiin kayak iga begitu,” katanya. (luk/adf)