Jepara  

Harganas dan HAN di Jepara, Jadi Momen Tuntaskan Stunting dan Jaga Ketahanan Keluarga

SEMANGAT: Sekda Jateng Sumarno didampingi Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta saat kampaye jaga keluarga dan tuntaskan stunting pada peringatan Harganas dan HAN di Jepara, Sabtu (22/6/2024). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-40 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Jepara menjadi momen refleksi bersama akan pentingnya menjaga ketahanan sebuah keluarga sekaligus pemahaman mengenai stunting.

Keluarga menjadi titik awal tumpuan dan madrasah utama setiap manusia. Kualitas manusia yang baik, dimulai dengan keluarga yang baik.

Hal itu diungkapkan oleh Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno saat memberikan sambutan di acara Harganas dan HAN yang dihelat di Lapangan Pantai Kartini Jepara, Sabtu (22/6/2024).

Baca juga:  Kerja Sama dengan Perhutani, Pemkab Jepara Manfaatkan Lahan Seluas 5.027 Hektare

“Bagaimana kita mengingat dan memahami lagi, supaya me-refresh bahwa tantangan bagi keluarga cukup berat. Apalagi sekarang kita sedang menghadapi era globalisasi dan digital. Sehingga perlu disikapi bijak dan seimbang dalam menghadapinya,” jelas Sumarno.

Sumarno menyampaikan, orang tua harus memperhatikan anaknya agar tidak terjadi kasus kekerasan pada anak, baik secara fisik maupun mental. Ia juga mengatakan, selama ini pemerintah telah menekan angka perkawinan anak dengan gerakan ‘Jo Kawin Bocah’.

“Anak tentunya menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua dan anak menjadi amanah yang harus kita didik,” paparnya.

Baca juga:  Cabor Renang Jepara Ukir Prestasi di O2SN Jateng 2024

Di satu sisi, kata Sumarno, kasus stunting tingkat Provinsi Jawa Tengah, masih di angka 20 persen. Namun, ia masih meragukan data tersebut.

Dengan itu, ia berpesan agar jangan sampai anak-anak mencari perlindungan di luar rumah, dan keluarga harus menjadi tempat pertama perlindungan bagi anak-anak.

“Angka 20 persen itu merupakan survei yang diakumulasikan dalam Pencatatan dan Pelaporan gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Namun, berdasarkan survei di lapangan, angka stunting hanya 10 persen di Jawa Tengah. Kita hanya penurunan stunting 0,01 persen pada 2023 kemarin,” tambahnya.