19 Tari Kreasi Klasik dan Tradisional Meriahkan Dimensi ke-8 Sanggar Seni Diwangkara

CERIA: 150 peserta Dimensi Sanggar Seni Diwangkara yang menampilkan 19 tari kreasi, tradisional dan klasik di Pendopo Kabupaten Pemalang, Minggu (23/6/24). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Dalam rangka melatih mental saat tampil di depan panggung pagelaran dan nguri-uri budaya, Sanggar Seni Diwangkara melaksanakan Diwangkara  Menari dan Uji Kompetensi (Dimensi) ke-8 2024 di Pendopo Kabupaten Pemalang, Minggu (23/6/24). Dengan menampilkan 19 Jenis Tari Kreasi Klasik dan Tradisional, total 150 peserta dari segala usia, diujikan dan dinilai oleh tiga dewan juri profesional yang salah-satunya juri dari Ekuador.

Pemilik sekaligus Founder Sanggar Seni Diwangkara, Putri Nuur Wulansari (32) menuturkan, kegiatan yang dilaksanakan setiap akhir semester ini merupakan salah satu bagian dari pelatihan mental, kepercayaan diri dan nguri-uri budaya para pemuda, terutama siswa-siswi di sanggarnya. Di mana sanggar yang berdiri pada tahun 2015 ini telah banyak mencetak para penari-penari handal, bahkan beberapa di antaranya mampu meraih juara di ajang tari tingkat kabupaten, provinsi serta nasional.

Baca juga:  Bupati Pemalang Ajak Masyarakat Lebih Peduli Lingkungan

“Dulu setelah lulus (Kuliah) kami seni tari saya dan suami tetap ingin menyalurkan ketrampilan di bidang seni tari kepada anak muda. Dari lahan kecil ruang tamu hingga bisa mengadakan pagelaran besar di Pendopo Pemalang, keinginan kami tidak muluk-muluk hanya ingin melestarikan budaya seni tari jawa,” paparnya, Minggu (23/6/24).

Wulan sendiri merupakan penari kebanggaan masyarakat Pemalang, yang telah melalang buana di berbagai ajang nasional dan internasional. Sehingga tak heran pada ajang Dimensi untuk sanggarnya ini, pihaknya mengundang juri-juri profesional di bidang tari. Salah satunya ada dari Ekuador yaitu Mr. Edgar Freire, seorang kreator penari yang saat ini tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Baca juga:  Bupati Pemalang Ingatkan Prioritas Keselamatan dan Keamanan Kendaraan Wisatawan

Lebih lanjut, Wulan berharap semua anak didiknya bisa terus mengembangkan kemampuan seni tari mereka masing-masing. Sehingga mereka dapat berprestasi di dunia tari, sekaligus nguri-uri budaya tari terutama tari jawa agar bisa terus dilestarikan sepanjang masa.

“Total ada 150 penari yang ikut Dimensi ke-8 dan menjadi pagelaran dengan jumlah tari terbanyak yaitu sekitar 19 tarian. Alhamdulillah, yang ingin melestarikan budaya bukan hanya anak-anak kecil saja, tetapi beberapa peserta ada yang berumur 50 tahun dan masih semangat melestarikan. Harapannya pasti kami ingin budaya tradisional Indonesia bisa terus dihidupkan dan dilestarikan,” pungkasnya.(fan/sam)