Jepara  

Kemenag Jepara: Pernikahan di Bawah Umur Meningkat

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Jepara Samsul Arifin.

JEPARA, Joglo Jateng – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara menyebut dunia industri berkontribusi dalam menyumbang angka pernikahan di bawah umur. Tren pernikahan dini di Jepara relatif meningkat.

Kepala Kemenag Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin melalui Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Samsul Arifin menyampaikan adanya peningkatan pernikahan di bawah umur. Hal ini karena efek perkembangan teknologi dan pengaruh lingkungan.

“Kabupaten Jepara termasuk daerah dengan angka pernikahan di bawah umur yang tinggi dibandingkan daerah lain,” terang Samsul saat di wawancarai, belum lama ini.

Baca juga:  Bawaslu Jepara Ajak Aparatur Pemerintah dan Satlinmas Menjaga Netralitas dan Bangun Sinergisitas

Pihaknya mencatat, dalam kurun waktu lima bulan, angka pernikahan di bawah umur pada 2024 ini sudah mencapai 167 kasus. Jumlah tersebut dihimpun dari total 2.833 pasangan yang menikah sejak Januari-Mei 2024 di Kabupaten Jepara.

Rinciannya, lanjut ia, 120 kasus dari pihak perempuan yang mengajukan pernikahan. Kemudian 25 kasus dari pihak laki-laki, dan 22 kasus dari keduanya.

Ia mengatakan, adanya iklim industri yang meluas di Jepara dalam beberapa tahun terakhir juga ikut mempengaruhi naiknya pernikahan dini. “Biasanya yang menjadi kendala, ketika pekerja mengajukan cuti untuk mengurus pernikahan, itu kesusahan ambil cuti. Padahal harus wajib datang ke KUA,” paparnya.

Baca juga:  Gandeng Undip, Pemkab Jepara Kembangkan Pengolahan Perikanan Berbasis Teknologi

Kemudian, menurutnya, kasus pernikahan di Jepara juga berdampak pada ketahanan keluarga setelah pernikahan. Selain itu, potensi anak stunting juga lebih besar, karena kurangnya kesiapan calon ibu yang belum matang.

“Anak berpotensi stunting, keharmonisan perkawinan, kesiapan secara finansial juga sangat berpengaruh kedepannya,” ujarnya.

Oleh karenanya, pihaknya berharap, bimbingan pranikah dan pengetahuan sebelum menikah dapat tersampaikan secara baik kepada calon pengantin. Sehingga, dapat meminimalisir dampak negatif dan mengurangi jumlah pernikahan di bawah umur yang ada di Kabupaten Jepara.

“Harapan kami setiap calon dapat mempersiapkan betul pernikahan mereka. Baik fisik, ekonomi, dan psikologi. Dengan itu, pernikahan dapat berjalan baik,” tandasnya. (cr4/fat)