Rejowinangun Jadi Satu-satunya Kampung Wisata Mandiri

SAH: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat meresmikan Kampung Wisata Rejowinangun sebagai Desa Wisata Terbaik, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta terus mengajak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) meningkatkan kualitas wisatanya. Mengingat, saat ini baru satu kampung yang menyandang status kampung wisata mandiri, yakni Rejowinangun.

Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata Dispar Kota Yogyakarta Husni Eko Prabowo mengatakan, mengacu Peraturan Gubernur (Pergub) DIY No. 40 tahun 2020 setiap kalurahan dan desa di DIY diwajibkan memiliki satu Pokdarwis. Nantinya, setiap Pokdarwis itu diharapkan dapat membentuk destinasi kampung wisata.

“Setelah Pokdarwis membentuk kampung wisata, harus dilakukan konsultasi ke Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, dalam hal ini Dispar Kota Yogyakarta. Kemudian akan diterjunkan tim ahli untuk melakukan verifikasi. Ketika layak, akan kami ikut sertakan dalam berbagai kegiatan kampung wisaya yang ada di Kota Yogyakarta,” ungkapnya, belum lama ini.

Baca juga:  Mainan Jadul Tetap Jadi Primadona

Lebih lanjut, sampai saat ini, Kota Yogyakarta memiliki 25 kampung wisata. Mereka dibagi ke dalam empat klasifikasi seperti rintisan, berkembang, maju, dan mandiri. Sampai saat ini, baru satu yang mendapatkan klasifikasi mandiri yaitu Kampung Wisata Rejowinagun.

“Sedangkan untuk klasifikasi kampung wisata maju di Kota Yogyakarta terdapat tiga. Antara lain Kampung Wisata Warung Boto, Cokrodiningratan, dan Prenggan. Selain itu, baru ada delapan kampung wisata dengan kalsifikasi maju,” jelasnya.

Husni menambahkan, untuk yang lain masih masuk dalam kategori kampung wisata rintisan, lantaran berdirinya kampung wisata belum genap tiga tahun. “Nantinya, setiap tiga tahun sekali, kami melakukan klasifikasi ulang. Hal itu bertujuan untuk menentukan kampung wisata itu masuk kategori rintisan, berkembang, maju, atau mandiri,” pungkasnya. (riz/abd)