Warga Keluhkan Bukit Sampah Mandala Krida

MENUMPUK: Situasi TPS di sekitar Stadion Mandala Krida yang sempat meluber, Minggu (23/6/24). (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Luberan sampah kembali terjadi di kawasan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Gunungan sampah ini menjadi permasalahan karena menurunkan omset beberapa pedagang di sekitarnya.

Pedagang angkringan barat pintu masuk stadion Mandala Krida, Puji Lestari atau kerap disapa Pules mengungkapkan kehigienisan dari adanya lapak makanan yang ada di dekat timbunan sampah tersebut. “Masalahnya jika ada angin lewat langsung baunya nyengat banget, apalagi kebanyakan di sini pada jual makanan. Jadi selama tiga harian ini banyak sekali lalat beterbangan,” ungkapnya, Minggu (23/6/24).

Baca juga:  Jadwal Pembuangan Sampah ke Depo & TPS di Yogyakarta Diatur

Pules mengeluhkan terkait pengolahan sampah tersebut. Dirinya mengira apabila diambil seminggu empat kali tidak akan terjadi penumpukan sampah seperti ini.

“Kemarin sempat saya bikin status di WhatsApp, kalau semisal sampah ini sembako, pasti bakal keroyokan ngambilnya. Jadi semakin bersih sampahnya. Saya kadang juga merasa sedih terkait masalah sampah ini yang tak ada solusinya. Beberapa ada yang rugi di omset, selain karena penurunan daya beli karena liburan, pastinya juga karena sampah,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu karyawan swasta yang tinggal di sekitar TPS sekitar Stadion Mandala Krida, Diki (30) menyebut, kondisi lingkungan sekitar indekosnya semakin banyak dipenuhi lalat karena adanya tumpukan sampah tersebut. “Memang sudah lama saya mengetahui tumpukan sampah di sekitar kawasan tersebut sering meluber ke jalan. Tetapi belum sampai separah ini. Banyak sekali lalat yang beterbangan di sekitar kos saya,” tuturnya.

Baca juga:  Petani Diminta Siapkan Lahan Hadapi Kemarau

Lebih lanjut, dia menyebut kurang merasa nyaman dengan adanya bau yang menyengat ketika melewati kawasan tersebut. Terlebih di lingkungan indekosnya, banyak orang tua dan anak kecil merasa terganggu. “Semenjak kembali pasca libur Iduladha kemarin, saya merasa sampahnya semakin banyak dan baunya semakin menyengat dan bikin kurang nyaman untuk tinggal di sana,” ucapnya. (suf/abd)