Bawaslu Jateng Petakan Kerawanan Coklit Pemilih

Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jateng, Nur Kholiq
Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jateng, Nur Kholiq. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Bawaslu Jateng tengah memetakan kerawanan pada tahapan pencocokan dan penelitian (coklit). Hal ini merujuk pada jadwal peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 7 tahun 2024 tentang penyusunan daftar pemilih dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Di mana pelaksanaan coklit terjadwal pada 31 Mei sampai dengan 24 Juli 2024.

“Namun optimalnya khusus pelaksanaan coklit berjalan satu bulan pada tanggal 24 Juni sampai dengan 24 Juli 2024. Oleh karena itu, menjadi fokus Bawaslu tentuntya untuk melakukan pengawasan,” kata Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jateng, Nur Kholiq pada Joglo Jateng, Senin (24/6/24).

Baca juga:  Disdikbud Jateng Evaluasi Insiden Piagam Palsu

Ia mengaku bahwa pihaknya memberi instruksi kepada jajaran pengawas di tingkat kabupaten/kota, kecamatan dan kelurahan. Yakni untuk melakukan identifikasi kerawanan dan melakukan pencegahan kepada jajaran KPU.

“Kita sudah koordinasikan terkait langkah langkah apa yang harus dilakukan khususnya titik pengawasan krusial saat coklit,” tegasnya.

Adapun pihaknya memerinci bahwa terdapat beberapa titik kerawanan yang harus diatensi saat coklit. Antara lain seperti pantarlih yang tidak mendatangi pemilih secara langsung dan menggunakan sarana teknologi informasi tanpa mendatangi pemilih secara langsung terlebih dahulu dan melimpahkan tugas coklit kepada pihak lain.

Lebih lanjut ia juga menambahkan bahwa dimungkinkan pantarlih tidak melaksanakan coklit tepat waktu, tidak mencoret pemilih yang tidak memenuhi syarat. Kemudian, mencoret yang memenuhi syarat, tidak mengenakan perlengkapan pada saat coklit. Maupun tidak menindaklanjuti masukan atau tanggapan masyarakat dan tidak menindaklanjuti saran perbaikan pengawas pemilu.

Baca juga:  Pemprov Jateng Petakan Kerawanan Pilkada 2024

“Masyarakat juga harus memahami hal rawan, yaitu pantarlih tidak menempelkan stiker coklit untuk setiap satu kepala keluarga setelah coklit,” kata Kholiq.

Menyoroti beberapa kerawanan di atas, Kholiq meminta kepada pengawas untuk kembali memastikan petugas pantarlih agar bekerja secara profesional dan independen. Selain itu, petugas Pantarlih juga perlu mematuhi prosedur pencocokan dan penelitian (coklit).

Nantinya setelah dilakukan coklit akan dilanjutkan dengan beberapa tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih Pemilihan 2024 lainnya. Seperti penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS). Kemudian, Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sesuai dengan PKPU 2 Tahun 2024 akan dilaksanakan sepanjang 31 Mei 2024 hingga 23 September 2024.

Baca juga:  Wali Kota Semarang Dorong Penanganan Praktik Judol

“Masyarakat diharapkan ikut mengawasi dan melaporkan ke Bawaslu jika menemukan pelanggaran sepanjang tahapan coklit,” harap Kholiq.

Kanal pelaporan terbuka di seluruh Bawaslu se-Jawa Tengah hingga jajaran di Tingkat kecamatan serta kelurahan desa. Publik dapat dating langsung ke posko aduan atau manfaatkan platform sosial media yang ada. (luk/adf)