Fasilitasi UMKM Kembangkan Usaha Serat Alam

General Manager PT. Pandam Adiwastra Janaloka, Miriam Veronica
General Manager PT. Pandam Adiwastra Janaloka, Miriam Veronica. (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Dalam rangka membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Yogyakarta, Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati (GKBRAA) berinisiatif mendirikan Pandam dengan tujuan menyediakan naungan bagi pengrajin dan pekarya anyaman. Dikatakan bahwa, GKBRAA telah menyiapkan Omah Pandam sejak 2022, ketika Pandemi Covid-19 dinyatakan telah berakhir. Ini berfokus pada pembuatan produk kerajinan berbasis seni tradisi yang ramah lingkungan.

“Tujuan utama dari upaya ini adalah menciptakan dan memasarkan produk-produk kerajinan yang tidak hanya mempertahankan nilai-nilai seni tradisi, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar General Manager PT. Pandam Adiwastra Janaloka, Miriam Veronica, Senin (24/6/24).

Penggunaan bahan-bahan alami seperti pandan laut, mendong, eceng gondok, serta debog atau pelepah pisang menjadi ciri khas produk tersebut. Mereka memastikan bahan baku yang digunakan 100 persen lokal dan dapat terurai dengan baik di alam.

Baca juga:  Kasus DBD di DIY Melonjak, Upaya Pencegahan Diintensifkan

“Produk-produk Omah Pandam juga menggabungkan material lain seperti bambu dan kulit, sehingga menghasilkan kerajinan yang unik dan beragam. Selain itu, Omah Pandam turut mendukung pengrajin batik kecil di Jogja, agar mereka tetap bisa bertahan dan berkembang,” tuturnya.

Sementara itu, GKBRAA menekankan pentingnya kembali ke alam dan menerapkan prinsip ecofriendly dalam setiap aspek produksi. Langkah ini tidak hanya mendukung ekonomi lokal, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan warisan budaya Yogyakarta.

“Dukungan yang diberikan melalui Omah Pandam diharapkan dapat menjadi inspirasi pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan melestarikan tradisi lokal. Terutama dari Bantul yang telah memiliki sekitar 15-20 pengrajin yang tergabung dalam komunitas Pandan Segoro, yang berasal dari daerah Soropadan, Pandak,” imbuhnya.

Baca juga:  PPDB Yogyakarta Terisi 95 Persen, Siswa Masih Bisa Mendaftar

Di sisi lain, Digital Marketing Specialist PT. Pandam Adiwastra Janaloka, Yoseph Brilliantono menyebut, Omah Pandam telah menghasilkan berbagai produk ramah lingkungan yang mencakup stationery atau alat tulis, produk fashion, dan hiasan meja. “Salah satunya pencil pot, organizer desk, buku ramah lingkungan, cover binder, serta beberapa produk fashion seperti tote bag, shopping bag, handbag, clutch, dompet, name tag, dan card holder,” paparnya.

Selain itu, mereka juga menciptakan hiasan meja seperti place mat, charger plate, tray, dan tempat tisu. Produk-produk tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp40.000 hingga jutaan rupiah, tergantung pada pengembangan dan kebutuhan produk.

Baca juga:  Jalin Sinergi, Tegakkan Keadilan untuk Harmoni Hukum DIY

“Untuk penjualannya, saat ini masih berfokus di pasar lokal, namun perusahaan berencana untuk melakukan ekspor ke Malaysia. Kami berharap berharap produk mereka juga bisa diterima di pasar Eropa, yang dikenal ramah terhadap produk-produk berkelanjutan,” ucapnya.

Produk mereka dianggap premium dan cocok sebagai hadiah korporat atau suvenir perusahaan, dengan target pasar meliputi dinas, BUMN, dan perusahaan swasta. Pesanan biasanya dibuat sesuai permintaan dengan minimal order 25 pcs. “Kami juga telah bekerja sama dengan dua hotel lokal, yaitu Hotel Royal Ambarrukmo dan Hotel Tentrem, dan menggunakan berbagai marketplace untuk memasarkan produknya ke masyarakat luas,” pungkasnya. (suf/abd)