Gerebek Sampah dan Deklarasi Organikkan Jogja: Upaya DLH Yogyakarta Tekan Permasalahan Sampah

KREATIF: Beberapa masyarakat saat menampilkan kreasi busana yang terbuat dari daur ulang sampah dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Embung Langensari tahun lalu. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Embung Langensari hari ini. Kegiatan itu digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah dari rumah. Dengan begitu, diharapkan permasalahan sampah yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi problematika di Kota Yogyakarta dapat ditekan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan Lingkungan, DLH Kota Yogyakarta Christina Endang Setyowati mengatakan, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu, dilaksanakan gerebek sampah. Kegiatan itu diikuti oleh seluruh peserta yang datang.

Baca juga:  9 Rumah Makan di Sleman Didapati Gunakan Gas Subsidi

“Kita akan melaksanakan gerebek sampah anorganik dengan membuat 500 eco brick. Selain itu, juga dilakukan gerebek sampah organik, dengan membuat 1.500 liter eco enzyme,” ungkapnya, Senin (24/6/24).

Dengan dilaksanakannya kegiatan gerebek sampah, diharapkan masyarakat dapat mengimplementasikan nilai yang tersirat pada kegiatan tersebut. Sehingga masyarakat dapat mengolah sampah dari hulunya, dan diharapkan hanya sampah residu yang nantinya dibuang ke depo.

“Kami berharap, sampah organik dan anorganik ini bisa diolah dengan maksimal dari hulunya. Sehingga hanya sampah yang tidak bisa diolah saja yang disetorkan ke depo Pemkot untuk dilakukan pengolahan,” tambahnya.

Baca juga:  Sarasehan Sejarah Bantul, Pupuk Rasa Cinta terhadap Daerah

Selain itu, ada juga pameran unggulan dari 14 kemantren se-Kota Yogyakarta. Rencananya, aksi deklarasi ‘Organikkan Jogja’ juga akan dilakukan warga Kota Yogyakarta supaya seluruh penduduk, khususnya Kota Yogyakarta dapat lebih peduli terhadap sampah .

“Kami akan memberikan 10 penghargaan sekolah Adiwiyata yang terdiri dari delapan SD dan dua SMP. Di mana sebelumnya, masing-masing dari sekolah tersebut telah dilakukan verifikasi dari bulan sebelumnya,” pungkasnya. (riz/abd)