Kemenag DIY: Lima Jemaah Haji Meninggal karena Komorbid & Cuaca Ekstrem

BERBONDONG-BONDONG: Kedatangan jemaah haji DIY dari Tanah Suci Arab di Bandara Adisumarmo Solo, Asrama Haji Donohudan tahun lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut lima orang jemaah haji asal Yogyakarta yang meninggal dunia dikarenakan faktor usia lanjut serta komorbid dan cuaca ekstrem akhir-akhir ini. Dari lima jemaah haji yang meninggal, dua orang berasal dari Bantul, dua dari Kota Yogyakarta, dan satu dari Kulonprogo.

“Dari jumlah jamaah yang meninggal, tiga di antaranya laki-laki dan dua lainnya perempuan dengan usia di atas 60 tahun. Dua jemaah lainnya sempat di rawat terlebih dahulu sebelum akhirnya meninggal dalam waktu yang nyaris berdekatan, yakni dari Jumat (14/6) hingga Selasa (18/6),” ujar Plh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag DIY, Mukotip, Senin (24/6/24).

Baca juga:  Tingkatkan Perekonomian lewat Pelatihan Ekspor

Pihaknya menambahkan, dari sekitar 1.300an lebih jemaah yang meninggal, beberapa jemaah meninggal karena tidak kuat dengan cuaca ekstrem. Sementara yang lain lemas akibat panas yang menyengat.

“Ketika ditemukan kasus seperti itu, ketua kloter akan melaporkan kematian jemaah haji ini kepada Maktab untuk pengurusan jenazah di tanah suci. Sesuai aturan Arab Saudi, jenazah akan dimakamkan di sana dan tidak dibawa pulang ke Indonesia,” tuturnya.

Akibat cuaca panas ekstrem, banyak jemaah haji yang mengalami dehidrasi saat melaksanakan jumrah aqobah. Beberapa dari mereka kekurangan minum dan merasa lemas, tetapi hal ini dapat diatasi secara optimal oleh petugas haji di lapangan.

Baca juga:  Gerebek Sampah dan Deklarasi Organikkan Jogja: Upaya DLH Yogyakarta Tekan Permasalahan Sampah

Heat stroke menjadi perhatian utama, dan pemerintah Arab Saudi telah mengimbau agar pintu-pintu ditutup dan pagar dikunci pada jam-jam tertentu. Hal itu untuk mencegah jemaah melaksanakan lempar jumrah di tengah cuaca ekstrem,” pungkasnya. (suf/abd)