Jepara  

Jadi Penyumbang Terbesar Pajak Daerah, Pemkab Jepara Apresiasi PLTU Tanjungjati B

APRESIASI: Beberapa penerima penghargaan dari KPP Pratama Jepara, salah satunya Sekda Jepara Edy Sujatmiko sebagai peserta wajib pajak dengan Kontribusi Penerimaan dan Kepatuhan Pajak Terbaik Tahun 2023 di Hotel Sekuro Village Jepara, Rabu (26/6/2024). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Jepara mengapresiasi PLTU Tanjungjati B yang menjadi instansi penyumbang terbesar pajak daerah. Pasalnya, pajak yang dipungut oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara pada PLTU Tanjungjati B sebanyak 25 persen.

Hal tersebut terungkap saat KPP Pratama Jepara merincikan beberapa instansi yang menyumbang pajak terbesar di Jepara di acara Tax Gathering dan Public Hearing dengan para wajib pajak dan stake holder terkait di Hotel Sekuro Village Jepara, Rabu (26/6/2024).

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta melalui Sekda Jepara Edy Sujatmiko mengatakan bahwa kontribusi terbesar PLTU Tanjungjati B pada pajak daerah terlihat saat Desa Tubanan, Kecamatan Kembang tahun lalu menerima penghargaan dari Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta sebagai desa lunas Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2).

Baca juga:  Bayangkara Kartini Run, Gus Haiz Apresiasi Polres Jepara

“PBB P2 dari Tubanan tahun 2023 mencapai Rp 29,6 miliar. PLTU Tanjungjati B berada di desa ini,” ungkapnya.

Di satu sisi, ia juga menyampaikan, pada sektor pajak daerah, pihaknya telah melakukan pembinaan kepada wajib pajak. Salah satu yang baru-baru ini dilakukan adalah menjelaskan manfaat tapping box di hotel dan restoran yang tidak hanya menyangkut pajak daerah.

“Seluruh transaksi terekam di sana. Jadi pengelola restoran bisa melihat, misalnya menu apa yang paling diminati. Lalu seperti apa tingkat kunjungan pelanggan,” terangnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I, Max Darmawan juga memberikan apresiasi kepada para kontributor terbesar pajak di Jepara. Capaian pajak Kanwil DJP Jawa Tengah I sepanjang 2023 mencapai Rp36,08 triliun.

Baca juga:  Ketua DPRD Jepara Beri Motivasi Santri soal Pentingnya Politik

Kemudian, kata Max Darmawan, saat ini Direktorat Jenderal Pajak sedang melakukan Reformasi Perpajakan Jilid III. Nantinya, akan ada beberapa perubahan, salah satunya adalah aplikasi yang nantinya digunakan oleh wajib pajak.

“Dalam rangka melakukan perbaikan secara berkelanjutan untuk menunjang pelayanan kepada wajib pajak, saat ini Direktorat Jenderal Pajak sedang melakukan Reformasi Perpajakan Jilid III,” ujarnya.