Kekeringan Mulai Melanda DIY, Dua Kapanewon di Gunungkidul Minta Bantuan Air Bersih

PEDULI: Penyaluran bantuan air bersih yang dilaksanakan oleh BPBD DIY kepada wilayah yang terdampak kekeringan, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menerima dua laporan permintaan bantuan air bersih di wilayah kabupaten Gunungkidul. Dikatakan bahwa tahun ini, data yang masuk menunjukkan ada lima kapanewon yang melaporkan potensi dampak kekeringan, yaitu Panggang, Saptosari, Purwosari, Semanu, dan Tepus.

“Dari kelima kapanewon tersebut, dua sudah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD. Kapanewon Panggang meminta sebanyak 220.000 liter air, begitu pula dengan Kapanewon Tepus yang mengajukan permintaan dalam jumlah yang sama. Karena memang Gunungkidul, Kulon Progo, dan wilayah Sleman bagian timur kerap mengalami kekeringan” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY, Robertus Ali Sadikin, Selasa (25/6/24).

Baca juga:  Petani Diminta Siapkan Lahan Hadapi Kemarau

Berdasarkan hasil rapat Senin (24/6), BMKG telah memberikan penjelasan mengenai kemarau basah yang diperkirakan akan berlangsung dari Juli hingga September. “Persiapan untuk menghadapi musim kemarau ini telah dilakukan sejak rapat pertama, karena mengambil pelajaran dari pengalaman tahun sebelumnya. Tahun lalu, Kulon Progo meminjam satu tangki air selama sekitar empat bulan untuk mengatasi kekeringan yang melanda,” tuturnya.

Sementara itu, Gunungkidul secara mandiri menyediakan air sebanyak 2.000 liter yang didistribusikan oleh BPBD Gunungkidul. Sedangkan Bantul menerima banyak bantuan melalui program CSR.

“Meski demikian, kami tetap siaga untuk memastikan kebutuhan air di setiap kabupaten dan kota terpenuhi. Koordinasi dilakukan dengan dinas sosial di tingkat kabupaten dan kota berdasarkan data yang telah diajukan. Dinas Sosial DIY sendiri telah menyiapkan sekitar 500 tangki air untuk menghadapi kekeringan di tahun 2024, termasuk juga logistik yang diperlukan,” imbuhnya.

Baca juga:  Jemput Bola Perekaman KTP-el Digencarkan

Pihaknya menekankan, sarana yang disediakan terutama berupa tangki air, sementara pelaksanaan distribusi air dilakukan secara mandiri oleh masing-masing kabupaten dan kota. Hal ini memastikan bahwa setiap wilayah dapat mengelola sumber daya airnya dengan efektif sesuai kebutuhan lokal yang spesifik.

“Kesiapsiagaan ini penting untuk memastikan dampak dari kemarau basah bisa diminimalkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi warga,” pungkasnya. (suf/abd)