Pati  

Korban Perampokan Rp 1 Miliar di Pati Dipanggil Polisi, Dua Pelaku Sudah Ditangkap

BICARA: Korban perampokan, Siti Muawanah (47), warga Desa Sokopuluhan Pucakwangi Pati saat di Mapolresta Pati, kemarin. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Korban perampokan, Siti Muawanah (47), warga Desa Sokopuluhan Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati kembali dipanggil oleh pihak kepolisian. Pemanggilan ini usai dua pelaku yang merampok rumah penjual emas itu ditangkap.

Siti Muawanah dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait kasus perampokan di rumah kediamannya. Ia diperiksa selama lebih dari 1 jam di Markas Polresta Pati, kemarin. Tak hanya dia, ibunya juga ikut dimintai keterangan oleh penyidik Polresta Pati.

“Ditanya peristiwa perampokan, kemudian berapa kerugian yang dibawa perampok. Terus ada keluarga yang meminta informasi di rumah. Peristiwa perampokan di rumah saya sudah saya ceritakan semua,” kata dia ditemui di Mapolresta Pati usai memberikan keterangan kepada polisi, kemarin.

Baca juga:  265 Pondok Pesantren Berdiri di Pati

Siti Muawanah menceritakan, sebelum rumah dirampok ada orang yang tidak dikenal mondar-mandir di sekitar tempat tinggalnya. Mulai dari pencari rumput hingga orang yang hanya berseliweran di depan rumahnya.

“Keponakan saya lihat orang di depan rumah sudah empat hari. Orang itu seperti mengintai rumah saya. Tapi saya sebelumnya tidak curiga,” ceritanya.

Dalam kesempatan itu, Ia juga ditanya penyidik soal kerugiannya. Siti Muawanah mengaku perhiasan kalung emas, anting-anting, cincin hingga gelang emas ludes digondol maling.

“Kerugian 1 miliar lebih. Karena saya sudah lama jualan emas sejak tahun 2011 sampai sekarang. Semua perhiasan di rumah. Satu tahun saya tidak kulakan emas karena suami sakit,” ucapnya.

Baca juga:  Raperda Cagar Budaya Mulai Digodok

Sebelumnya diberitakan, rumah Siti Muawanah (47), warga Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Pati dirampok komplotan maling. Perampokan tersebut terjadi Senin (3/6/2024) sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat kejadian, rumah tersebut dihuni Siti Muawanah dan ibunya. Pelaku perampokan masuk lewat pintu sebelah kanan atau samping dinding rumah korban. Setelah itu menyekap dan menganiaya penghuni rumah tersebut.

Para perampok yang membawa senjata tajam kemudian meminta Siti Muawanah untuk membuka berangkas. Mereka kemudian berhasil menggasak sejumlah perhiasan emas seberat dengan nilai sekitar Rp 1 miliar. Pelaku juga menggasak uang tunai Rp 32 juta. (lut)