Perpustakaan Teratai Daunku Sajikan Layanan Ekstensi hingga Pelestarian Budaya

GIAT: Siswi SMP 2 Undaan nampak fokus membaca di ruang perpustakaan teratai daunku yang belum lama mendapatkan akreditasi A, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Perpustakaan Teratai Daunku merupakan akronim dari tempat literasi tanggap ilmu SMP 2 Undaan Kudus. Berbagai sajian disediakan di perpustakaan yang telah mendapat akreditasi A ini. Diantaranya layanan ekstensi, ruang baca indoor dan outdoor, ruang multimedia, ruang pelestarian budaya, pojok baca, layanan digital hingga layanan ekstensi.

Kepala SMP 2 Undaan, Siti Fatimah mengungkapkan, Perpustakaan Teratai Daunku sebagai pusat sumber informasi. Khususnya dalam menciptakan generasi yang bertaqwa, berbudaya dan berprestasi. Melalui perpustakaan siswa dapat menggali ilmu dengan cakap, tanggap dan literat.

“Sebagai tempat belajar yang menyenangkan, menjadikan perpustakaan tempat pelestarian mengembangkan kreativitas di bidang kewirausahaan. Melalui perpustakaan, sekolah siap mewujudkan merdeka belajar dan mewujudkan profil pelajar pancasila,” ungkapnya.

Baca juga:  SMP 1 Jekulo Buka Posko Informasi Hingga Hari Terakhir

Kepala Perpustakaan Teratai Daunku SMP 2 Undaan, Anif Rida menyampaikan, usai terakreditasi, Perpustakaan Teratai Daunku menjadi banyak rujukan dan studi tiru. Khususnya bagi sekolah yang belum akreditasi.

“Usai akreditasi pun berpengaruh pada peningkatan rapor pendidikan yang mulanya kuning menjadi hijau. Jam kunjung para siswa bertambah signifikan. Jika dulu mereka lebih memilih ke kantin saat istirahat, maka sekarang berebut ke perpustakaan,” ujarnya.

Hal ini disebabkan layanan perpustakaan yang semakin meningkat. Termasuk fasilitas ruang baca indoor dan outdoor yang membuat nyaman para siswa.

“Di perpustakaan juga disediakan ruang multimedia yang bisa dimanfaatkan untuk siswa dan bapak ibu guru mengajar. Dengan fasilitas AC, komputer, media tv dan lain-lain untuk menunjang kegiatan belajar,” imbuhnya.

Baca juga:  SD Muhammadiyah Kalangan Siapkan Program Baru untuk Sambut Tahun Ajaran 2024/2025

Rida mengatakan, terdapat ruang pelestarian budaya dengan fasilitas berupa gamelan, rebana. Bahkan alat permainan tradisional yang digunakan untuk belajar berhitung literasi numerasi.

Guna memudahkan siswa, di masing-masing kelas disediakan pojok baca. Pengadaan pojok baca ini dilombakan untuk memicu kreativitas dan antusias siswa dalam menghadirkan pojok baca yang bagus dan nyaman.

“Untuk memicu literasi diadakan lomba baca puisi, lomba menulis artikel, menulis cerpen. Baik dari unsur guru dan murid,” katanya.

Sementara, pada layanan ekstensi, duta baca dari unsur siswa dan duta literasi dari unsur guru melakukan layanan mendongeng ke sekolah lain. Yaitu SD/MI terdekat.

Baca juga:  32 Siswa Lolos Seleksi KKO SMP 3 Kudus

“Duta baca ini dipilih dari siswa-siswi yang paling rajin dan berkiprah memajukan literasi, suka menulis, suka mendongeng. Dari unsur siswa yaitu Ilham Saputra dan dari siswi bernama Jessica yang merupakan peserta didik kelas 9,” bebernya.

Rida memaparkan, akses layanan digital juga telah tersedia baik e book maupun presensi. Para siswa pun bisa meminjam buku dari manapun. Tercatat sebanyak 400 buku tersimpan dalam e book dan 4 ribu buku fisik tersaji di perpustakaan.

“Terakhir, adanya akreditasi ini bisa meningkatkan perpustakaan dan meningkatkan literasi siswa. Sebab dengan adanya peningkatan tersebut anak-anak akan perlahan tidak bergantung dengan gadget untuk menumbuhkan budaya baca,” paparnya. (cr1/fat)