PT Pos Indonesia Ganti Karyawan Penyortiran dengan Robot, Ratusan Orang Dikawatirkan Kena PHK

Kepala Bidang (Kabid) Organisasi dan Kaderisasi SPPI Jawa Tengah – DIY, Sudarmaji
Kepala Bidang (Kabid) Organisasi dan Kaderisasi SPPI Jawa Tengah – DIY, Sudarmaji. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, JogloJateng – PT Pos Indonesia (Persero) dikabarkan akan mulai bertransformasi dari tenaga manusia menuju robot. Hal ini membuat karyawan di Jawa Tengah – D.I Yogyakarta khawatir akan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) masal.

Kepala Bidang (Kabid) Organisasi dan Kaderisasi Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI) Jawa Tengah – D.I Yogyakarta, Sudarmaji mengaku bahwa situasi pekerja PT Pos Indonesia di region Jawa Tengah maupun D.I Yogyakarta masih cukup kondusif. Kendati demikian, pihaknya tetap merasa khawatir jika nanti ada PHK di perusahaan.

Baca juga:  PPI 2024 Jadi Gudang Inovasi Jawa Tengah

“Yang jelas Jateng-DIY masih dalam keadaan nyaman. Tapi kalau direalisasikan (pakai robot), Jateng-DIY akan berimbas karena kita di sini kita punya sentral pengolahan pos. Di region ini ada dua, sentral pengolahan pos di Jogja dan Semarang,” katanya pada Joglo Jateng, belum lama ini.

Ia menegaskan transformasi tenaga kerja dengan menggunakan robot itu hanya berdampak pada bidang penyortiran. Pihaknya memperkirakan dalam skala nasional akan ada 8 ribu karyawan pada bidang penyortiran yang bakal di PHK karena wacana ini.

“Kalau di Jawa Tengah pegawai penyortiran itu ada sekitar 100-an ya, karena dia sistemnya shift. Sampai tiga kali shift,” ujarnya.

Baca juga:  Asah Mahasiswa Hidup Bermasyarakat, UIN Walisongo Gelar Pembekalan KKN

Lebih lanjut, Sudarmaji menjelaskan, status tenaga kerja penyortiran PT Pos Indonesia ialah pegawai tetap. Dengan adanya wacana transformasi tenaga kerja menuju robot ini, memungkinkan jika terjadi perubahan status kepegawaian di masa depan.

“Penyortiran itu (status kepegawaiannya) organik atau karyawan tetap. Ada sebagian pos yang sudah memakai kontrak atau outsourcing, karena kita punya sistem sendiri. Kalau robot itu jelas pengurangannya itu di tenaga manusia,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, PT Pos Indonesia (Persero) akan menggantikan sebagian besar karyawannya yang pensiun dengan perangkat robotik. Dengan begitu, BUMN ini dapat mengurangi beban pengeluaran tetap, khususnya terkait pembayaran gaji karyawan. (luk/gih)