Pati  

Soal Deklarasi Kades, Pj Bupat Pati: Aku Ora Mudeng

BICARA: Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro saat diwawancarai wartawan usai menghadiri acara di Aula Markas Polresta Pati, kemarin. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Ratusan kepala desa atau kades di Kabupaten Pati deklarasi mendukung Sudewo menjadi Bupati Pati dan Irjen Pol Ahmad Luthfi sebagai Gubernur Jawa Tengah. Deklarasi tersebut digelar di Hotel New Merdeka pada Kamis (20/6) lalu.

Dalam kegiatan itu setidaknya dihadiri sebanyak 380 kades lengkap memakai pakaian dinas berwarna putih. Deklarasi ini pun menyedot perhatian publik karena dinilai melanggar aturan.

Saat ditanya terkait hal tersebut, Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro mengaku tidak tahu. Ia justru meminta wartawan untuk mengomentarinya persoalan itu sendiri.

Namun pernyataannya secara garis besar tak mempermasalahkan deklarasi tersebut. Alasannya yakni karena saat ini belum ada bakal calon bupati Pati maupun bakal calon gubernur Jawa Tengah yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca juga:  Dema STAI Pati Adakan LDKM

“Komentari jenengan dewe ah. Aku ora mudeng. Belum ada penetapan kok,” ujar Henggar kepada wartawan usai menghadiri acara di Aula Markas Polresta Pati, kemarin.

Sebelumnya, Kades Semampir Parmono mengklaim bahwa deklarasi dukungan itu tidak melanggar aturan. Sebab, kata dia, saat ini belum masuk tahapan Pemilu.

“Kemarin hanya spontan. Itu juga bukan ranah tahapan Pemilu. Karena belum apa-apa,” kata Parmono kepada wartawan lewat sambungan telepon, kemarin.

Buntut deklarasi ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati meminta keterangan kepada sejumlah kades hingga kepala dinas. Ada tiga pihak yang diminta keterangan pada Senin (24/6) lalu. Antara lain yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati Tri Hariyama, Ketua Paguyuban Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten (Pasopati) Pandoyo, dan Kades Semampir Parmono selaku pemimpin deklarasi tersebut.

Baca juga:  Raperda Cagar Budaya Mulai Digodok

“Kami masih melakukan penelusuran. Kami meminta keterangan kepada Pak Pandoyo, selaku Ketua Pasopati, pak Parmono Kepala Desa Semampir selaku yang memandu deklarasi tersebut, lalu yang ketiga kami meminta keterangan kepada Pak Tri Haryama, Kepala Dispermades,” kata Ketua Bawaslu Pati Supriyanto, kemarin.

Tak hanya tiga pihak tersebut, Bawaslu Pati kembali meminta keterangan sejumlah kades yang terlibat dalam deklarasi yang digelar di New Merdeka Kamis (20/6) itu. Bahkan, Bawaslu Pati terjun langsung mendatangi pihak-pihak tersebut.

“Dari tiga pihak yang kami minta keterangan, berkembang beberapa kades yang harus kami minta keterangan lanjut. Hari ini kita bagi tim. Ada yang ke Karangrowo Jakenan, Tambahharjo Pati, Kades Angkatan Lor Tambakromo. Kemudian saya sendiri melakukan penelusuran ke Kepala desa Regaloh dan Kepala desa Purwosari Tlogowungu,” terangnya. (lut)