Figur  

Tekuni Dunia Dansa, Catherine Jadi Guru sejak SMP

Catherine Angelia Putri
Catherine Angelia Putri. (DOK. PRIBADI/JOGLO JOGJA)

DI bawah cahaya lampu, bayangannya menari menciptakan simfoni gerak memukau. Bagai bintang gemerlap bersinar terang melalui lantai dansa. Setiap lompatan adalah pelarian dari kenyataan dan senyuman, bak matahari terbit yang merajut cerita indah dengan gerakan penuh makna.

Perumpamaan tersebut tepat untuk menggambarkan dunia dansa. Ialah Catherine Angelia Putri, seorang siswa kelas 7F di SMPN 1 Jetis yang telah menekuni hobi dansa sejak masih di duduk bangku Taman Kanak-kanak.

“Dansa adalah diriku, jiwaku terasa hanyut dengan alunan musik dansa yang ada. Sehingga rutin berlatih dansa setiap sore sepulang sekolah. Saya berlatih tari selama enam kali dalam seminggu untuk mempelajari gerakan baru,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Beri Motivasi pada Remaja lewat Duta GenRe

Dikenal dengan jadwal latihannya yang padat, dara kelahiran Imogiri Barat ini berhasil menjuarai berbagai kompetisi bergengsi. Salah satu pencapaian tertingginya adalah partisipasinya dalam Blackpool Dance Festival di Inggris, sebuah ajang bergengsi di dunia tari. “Selain itu, saya juga telah mengikuti berbagai kejuaraan di Singapura, Malaysia, dan Thailand,” tuturnya.

Meski masih duduk di bangku kelas VII, Catherine telah mengambil peran sebagai pengajar tari. Ia mengajar siswa SD kelas 1 dan 2, menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengelola dan membimbing anak-anak.

“Pengalaman mengajar ini bermula ketika saya melihat guru dansa saya, yang mengajarnya dengan cara menyenangkan. Kemudian saya menanyakan kepada bunda, karena saya terinspirasi untuk mencoba hal yang sama,” tuturnya.

Baca juga:  Usia Tua Bukan Penghalang Tetap Berkarya

Sejak tahun lalu, Catherine telah menjadi pengajar tari bagi anak-anak, menggabungkan teknik dan passion-nya dalam setiap sesi latihan. Pengalaman ini memberikan dara kelahiran tahun 2011 kepuasan tersendiri, karena ia dapat melihat perkembangan anak-anak dalam menari.

“Salah satu alasan utama saya iseng menjadi guru dansa karena saya dapat membantu anak-anak mencapai kesuksesan dalam bidang tersebut. Bagi saya, mengajar tari bukan hanya tentang mengajarkan gerakan, tetapi juga tentang melihat anak-anak berkembang dan berhasil. Sehingga itu yang memberikan kebanggaan dan motivasi tersendiri saya,” pungkasnya. (suf/abd)