Pemprov Jateng Petakan Kerawanan Pilkada 2024

SAMBUTAN: Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana dalam Rapat Koordinasi Pemantapan Isu-isu Strategis Jelang Pilkada 2024 di Front One HK Resort, Semarang, belum lama ini. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dalam rangka memetakan kerawana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Pemprov Jateng menggelar Rapat Koordinasi Pemantapan Isu-isu Strategis Jelang Pilkada 2024 di Front One HK Resort, Semarang, belum lama ini. Sebab pada momentum Pilkada ini dinilai potensi konflik dan ketegangan sosialnya lebih tinggi dibandingkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 kemarin.

Hal ini disampaikan oleh Pj Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Nana Sudjana. Menurutnya ini dikarenakan lokus Pilkada lebih kecil, yakni spesifik di lingkup satu daerah saja. Sehingga konflik sosial rawan terjadi ketika masyarakat di satu daerah memiliki perbedaan sikap dan pilihan politik.

Baca juga:  RSUD dr. Adhyatma, MPH Terapkan Inovasi IMPORTANT, Beri Keterbukaan Informasi Tempat Tidur Kosong secara Real Time

“Semakin sedikit pasangan calon akan semakin rawan, ketika paslon hanya dua, berbeda dengan misalnya paslonnya empat, ataupun lima,” katanya usai rapat tersebut.

Untuk menanganinya, Pemprov Jateng akan melibatkan Kesbangpol, TNI/Polri, dan penyelenggara Pemilu terkait hal ini. Sehingga bisa memitigasi dan meminimalisir potensi konflik yang akan terjadi.

Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan partai politik serta pasangan calon nantinya untuk mendinginkan suhu politik saat memasuki tahapan Pilkada. Ini supaya masyarakat, khususnya para pendukung dan relawan dapat terkendali dengan baik.

“Dalam hal ini kami tetap yakin kita tetap koordinasi dengan partai politik untuk melakukan pendekatan dengan paslon untuk mampu mengendalikan partisipan dan konstituennya supaya mereka betul-betul kuat menghadapi berbagai hal, misalnya provokasi,” ungkap Nana.

Baca juga:  Pemkot Semarang Siap Support Bahan Murah hingga Pemasaran untuk UMKM

Dalam momen itu, dia juga membeberkan empat indikator kesuksesan pelaksanaan Pilkada 2024. Pertama yaitu partisipasi masyarakat yang tinggi, seperti dalam Pemilu 2024 kemarin yang melebihi target.

“Pertama adalah partisipasi masyarakat yang tinggi, kemarin ketika Pemilu Presiden kita targetkan 80 persen dan alhamdulillah karena antusiasme ramai, sehingga pelaksanaan bisa 82 persen (partisipasi masyarakat),” kata Nana.

Indikator kedua yaitu terjaganya iklim yang kondusif di Jateng. Sehingga pelaksanaan Pilkada 2024 dapat berjalan dengan aman dan tertib hingga pemungutan suara selesai.

Ketiga, yaitu peran pemerintah daerah dan jajaran Forkopimda dalam menyukseskan Pilkada. Indikator keempat adalah sektor pelayanan publik tetap berjalan di tengah kontestasi Pilkada 2024.  “Keempat, roda pemerintahan tidak terganggu dan berjalan sebagaimana layaknya. Artinya pelayanan kepada masyarakat harus berjalan dengan baik,” tandasnya. (luk/gih)