Penyelesaian ITF Bawuran Mundur hingga September

SIMBOLIS: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama ketua Perumda Aneka Dharma beserta pejabat Pemkab lainnya saat melakukan peletakan batu pertama pada pembangunan ITF Bawuran, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Target penyelesaian Intermediate Treatment Facility (ITF) Karbonasi Bawuran, yang berlokasi di sebelah Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Piyungan, Kalurahan Bawuran, Pleret, Bantul mundur hingga bulan September. Padahal awalnya, pembangunan ITF Bawuran yang prosesi pelekatan baru pertama pada 7 Mei ini ditargetkan sudah mulai beroperasi pada bulan Mei.

“Targetnya September selesai total. Tapi penyelesaiannya bertahap. Jadi ketika selesai sebagian, sudah bisa mengelola sampah, kemudian ditingkatkan kapasitasnya. Bahkan di sana mungkin ditingkatkan kapasitasnya itu sampai 100 ton,” ujar Abdul Halim Muslih, Bupati Bantul Rabu (26/6/24).

Pembangunan ITF Bawuran ini dikelola oleh perusahaan daerah (Perumda) Aneka Dharma. Saat ditanya terkait dengan isu kekurangan pembiayaan, Halim sebaliknya menjawab terkait permasalahan masalah lalu yang coba diselesaikan oleh Perumda Aneka Dharma.

Baca juga:  Program Padat Karya Ciptakan Jalan Baru dan Tingkatkan Ekonomi Lokal di Bantul

“Jadi begini, Aneka Dharma itu kan BUMD yang sekarang ini sedang berjuang bagaikan bisa mengelola ITF Bawuran itu. Maka, pemerintah berkewajiban untuk membantu Aneka Dharma ini. Kan perkembangannya sangat bagus, masalah-masalah warisan masa lalu coba diselesaikan direksi hari ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kita jangan berpikir masalah pada tahun-tahun yang lalu, tapi fokus untuk mencarikan solusi. Karena, kata Halim, Aneka Dharma itu juga menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD), sehingga jangan karena beban masa lalu menjadikan Aneka Dharma menghadapinya tantangan ke depan.

Maka, lanjut Halim, bagai salah satu mesin uangnya pemda sebagaimana Bank Bantul dan PDAM, pemerintah pun melakukan support kepada Aneka Dharma yang setiap tahun menghasilkan dividen. “Masalah yang dihadapi ini Insya Allah kita selesaikan. Nyatanya pembangunan ITF itu akan jalan terus, dan itu nanti akan mengolah sampah-sampah dari Bantul maupun dari kota, karena Aneka Dharma sudah MoU dengan DLH kota. Sehingga nanti Aneka Dharma akan lebih produktif ketika instalasi ITF itu selesai. Saya optimis selesai, ada pihak-pihak yang bisa kita ajak kerja sama,” terang Halim.

Baca juga:  160 CGP Bantul Dinyatakan Lolos dan Siap Menuju Transformasi Pendidikan

Adapun, saat ditanya apakah akan ada kemungkinan penambahan dana pada saat APBD perubahan, Halim tidak memberikan jawaban. Dirinya malah menyinggung terkait dengan Pemkab yang masih memiliki hutang kepada Perumda Aneka Dharma.

“Sampai 2026 Pemkab itu masih hutang penyertaan modal sekitar Rp9 miliar kepada Aneka Dharma. Penyertaan modal itu kan ditetapkan melalui Perda, dan Perda ini wajib dilaksanakan. Karena dengan tidak adanya penyertaan modal, sebuah badan usaha itu tidak mungkin berkembang. Dan itu biasa saja dan pasti akan kita selesaikan,” tandasnya.

Baca juga:  Rejowinangun Jadi Satu-satunya Kampung Wisata Mandiri

Sementara itu, guna memastikan keterangan ini, Joglo Jogja juga berusaha menghubungi Direktur Perumda Aneka Dharma, Yuli Budi Sasongko, via telepon. Namun, saat dihubungi sore kemarin (26/6), yang bersangkutan tidak mengangkat telepon dari Joglo Jogja. (nik/abd)