Kudus  

Posko PPDB Didominasi Aduan Perihal KK

Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus Anggun Nugroho.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus Anggun Nugroho. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus membuka layanan pengaduan pelaksana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP selama Senin-Kamis, 24-27 Juni. Posko pengaduan yang berada di kantor dinas setempat telah menerima aduan pembukaan PPDB.

Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus Anggun Nugroho menyampaikan, hingga hari kedua penyelenggaraan PPDB daring aduan maupun pertanyaan yang kerap muncul. Kebanyakan dari mereka bertanya lebih ke teknis penyelenggaraan PPDB.

“Rata-rata aduannya tentang dokumen Kartu Keluarga (KK) sebagai salah satu syarat mendaftar. Khususnya bagi mereka yang daftar melalui jalur zonasi akan tetapi KK terbaru tidak menyertakan alamat tersebut. Sehingga kita sarankan upload KK baru dan lama,” beber Anggun.

Baca juga:  Cabup Jepara Mas Wiwit Kunjungi Karimunjawa, Ini Tujuannya!

Pihaknya memaparkan, jika sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB jenjang SMP tahun ajaran 2024/2025, maka Kartu Keluarga sebagai syarat mendaftar wajib diterbitkan. Yakni paling singkat satu tahun sebelum tanggal mendaftar PPDB.

Selain itu, apabila ditemukan adanya dokumen KK yang tidak tercantum nama orang tua atau wali sesuai rapor atau ijazah sebelumnya, maka tidak bisa mendaftar PPDB lewat jalur zonasi. Jika ada perubahan terkait domisili dalam KK tersebut yang diterbitkan kurang dari satu tahun, maka secara otomatis tidak bisa mendaftar melalui jalur zonasi.

Baca juga:  Kepulangan Dua Kloter Jemaah Haji Asal Kudus Mundur

Namun, lanjut Anggun, jika perubahan KK tersebut tanpa merubah domisili maka tetap bisa mendaftar jalur zonasi. Jika tidak merubah domisi, maka bisa melampirkan dua KK, yang lama dan yang baru, nanti diunggah saja kedua-duanya. Hingga kini, belum ada calon peserta didik atau orangtua yang datang langsung ke Posko PPDB Disdikpora Kudus untuk menyampaikan kendala dalam proses pendaftaran.

“Kita juga ada grup whatsapp bersama operator sekolah dan Disdukcapil. Kalau sekolah dapat aduan atau pertanyaan dari orangtua yang berkaitan dengan PPDB bisa langsung dikoordinasikan di grup itu,” katanya. (cr1/fat)