Tingkatkan Perekonomian lewat Pelatihan Ekspor

BANGGA: Peserta pelatihan di Semanu, Sambirejo tengah menunjukkan hasil kreasi anyaman berupa tas dan keranjang siap ekspor, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Dalam rangka meningkatkan perekonomian dan skill kerajinan masyarakat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan kegiatan pelatihan ekspor dan business matching. Dikatakan bahwa terdapat dua wilayah Kabupaten Gunungkidul yang menjadi sasaran pelatihan tersebut, yakni wilayah Tlogowareng dan Sambirejo.

“Kegiatan ini berfokus pada pembangunan ekosistem ekspor dari hulu ke hilir yang melibatkan pengrajin dan eksportir. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak, terutama dalam meningkatkan perekonomian ibu-ibu melalui barang ekspor,” ujar Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti, belum lama ini.

Baca juga:  Sultan Perintahkan Gulung Karpet Merah Semua Tambang Ilegal di Yogyakarta

Pihaknya menambahkan, pelatihan ini berlangsung selama enam hari dan diikuti oleh sekitar 30 peserta pembuatan kerajinan anyaman yang sesuai dengan standar eksportir. Selain itu, pelatih dan bahan pelatihan yang digunakan dalam kegiatan ini berasal dari eksportir.

“Tujuannya agar para pengrajin dapat menjual semua barang berbahan dasar eceng gondok yang telah mereka buat dan sesuai dengan standar quality control yang telah ditentukan oleh eksportir,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Theresia Sumartini menyebut, kegiatan ini telah menjalin kerja sama dengan eksportir untuk memastikan kelanjutan dari kegiatan ekspor barang yang sesuai dengan MoU yang telah ditetapkan.

Baca juga:  Tuai Penolakan, Pembangunan TPSS Srimulyo Dirembuk Ulang

“Berbagai barang yang dihasilkan dari pelatihan ini termasuk anyaman tas, keranjang, hiasan dinding, dan cermin, yang dibuat dari berbagai jenis bahan alam. Sejak awal, kami mengajarkan teknik anyaman yang bisa diterapkan untuk berbagai jenis produk, sehingga para pengrajin memiliki keterampilan yang fleksibel,” tuturnya.

Dari dua dusun ini, pihaknya menyebut telah ada delapan kontrak kerja sama yang berhasil dijalin dengan eksportir, masing-masing dusun memiliki empat kerja sama eksportir. Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini, setiap sentra kerajinan di Tlogowareng dan Sambirejo dapat terus berkembang.

Baca juga:  Warga Diminta Selektif Pilih Angkutan Wisata

“Diharapkan pula kerajinan yang dihasilkan dari sentra ini dapat semakin dikenal dan diminati di pasar ekspor, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para pengrajin,” pungkasnya. (suf/abd)