AJI Semarang Tanggapi Kasus Oknum Wartawan Titip Menitip di PPDB

Ketua AJI Semarang, Aris Mulyawan
Ketua AJI Semarang, Aris Mulyawan. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang menanggapi kasus oknum wartawan yang diduga melakukan ‘titip menitip’ pada saat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2024. Oknum tersebut dinilai telah memanfaatkan profesinya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Ketua AJI Semarang, Aris Mulyawan menegaskan, tindakan itu jelas melanggar kode etik jurnalistik. Menurutnya ketika tindakan titip menitip itu telah dilakukan oleh oknum jurnalis yang anaknya sudah mulai masuk sekolah, artinya secara profesi itu dianggap tidak independen.

“Saran saya ya sudah, itu jelas tindakan yang tidak terpuji. Dan itu bentuk intimidasi dan bukan jurnalis,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Kamis (27/6/24).

Baca juga:  LPTTN akan Contoh Program Ketahanan Pangan SMPN 39 Semarang

Lebih lanjut, ia menerangkan, oknum wartawan itu juga ada indikasi iktikad buruk yang mana memanfaatkan profesinya. Sehingga hal itu berpotensi melanggar kode etik yang dikeluarkan oleh Dewan Pers sesuai Pasal 6 yang berbunyi ‘Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap’.

“Maka sebaiknya kalau seperti itu, itu bukan sengketa pemberitaan, itu ranahnya di kepolisian kalau intimidasi, bisa di pidana atau kriminal,” ujarnya.

Maka dari itu, ia mendukung apabila petugas yang diintimidasi melaporkan oknum wartawan itu ke pihak kepolisian. Sehingga hal itu bisa dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya.

Baca juga:  Jateng Implementasikan Layanan Sertifikat Tanah Elektronik

Sebelumnya, diberitakan bahwa salah satu panitia PPDB 2024 mendapat intimidasi dari oknum wartawan. Kejadian tersebut bermula saat oknum wartawan tersebut mendatangi Posko PPDB Kota Semarang.

Sekretaris PPDB 2024 Kota Semarang, Fajriah menyampaikan, oknum wartawan itu mencoba menitipkan calon siswa ke sebuah sekolah. Namun, ia langsung tegas menolak hal itu.

Ia menjelaskan, selama pembukaan PPDB 2024 sudah ada 2 calon wali murid yang mencoba menitipkan calon siswa agar bisa masuk ke sekolah yang diinginkan. Modus yang dilakukan oknum wartawan tersebut juga berbeda-beda. Mulai dari mendatangi Posko PPDB Kota Semarang secara langsung dan via telepon.

Baca juga:  Klarifikasi PHK, PT Sei Apparel Masih Beroperasi

Dengan adanya kejadian itu, ia mengaku kecewa dengan ulah oknum wartawan tersebut. Seharusnya sebagai orang yang berkecimpung di media seharusnya bisa mengedukasi masyarakat untuk menjauhi praktik titip-menitip. (int/adf)