Gencarkan Promosi Tekstil, Disperindag DIY Incar Pasar Internasional

Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti
Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti. (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin gencar mempromosikan produk tekstil unggulan dari wilayah Yogyakarta, baik dalam skala nasional maupun internasional. Sebab dunia fashion saat ini menjadi salah satu sektor yang diunggulkan oleh berbagai daerah. DIY, dengan kekayaan dan keunikan setiap daerahnya, disebut memiliki potensi besar di industri fashion.

“Kami berupaya memfasilitasi Industri Kecil Menengah (IKM) fashion agar lebih berkembang dan diminati di pasar nasional maupun internasional. Saat ini, sudah banyak produk fashion DIY yang berhasil menembus pasar nasional dan internasional,” ujar Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti, belum lama ini.

Baca juga:  Mahasiswa UGM Kembangkan Batako Enviroblock dari Sampah Plastik

Pihaknya terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan produk-produk ini agar dapat menjadi bagian dari ekosistem fashion yang lebih baik. Harapannya, produk-produk fashion DIY bisa menjadi tren dan bahkan menjadi kiblat fashion di masa mendatang.

“Untuk mencapai tujuan ini, berbagai kegiatan promosi telah dilakukan, termasuk pameran dan business matching. Kegiatan promosi tersebut bertujuan untuk membantu para pelaku usaha mendapatkan pembeli potensial serta memperluas jaringan bisnis mereka,” tuturnya.

Pihaknya juga memberikan perhatian khusus kepada perusahaan tekstil yang berorientasi ekspor. Dukungan diberikan dalam bentuk pendampingan, informasi regulasi, serta fasilitasi pelayanan Surat Keterangan Asal (SKA) yang memberikan manfaat di negara tujuan ekspor.

Baca juga:  Tuai Penolakan, Pembangunan TPSS Srimulyo Dirembuk Ulang

“Tidak hanya itu, kami juga berperan sebagai katalisator dalam menyampaikan kendala ekspor kepada pemerintah pusat agar regulasi dapat disesuaikan. Salah satu contoh adalah partisipasi DIY dalam Festival Indonesia Moscow pada tahun 2019, di mana 17 pelaku usaha dari DIY turut serta,” jelasnya.

Pemda DIY berencana mengadakan misi dagang ke Brussel, Belgia. Dalam kesempatan ini, berbagai produk unggulan DIY, termasuk tekstil, akan dipromosikan. “Misi dagang ini diharapkan dapat membuka pasar baru dan meningkatkan daya saing produk DIY di kancah internasional,” pungkasnya. (suf/abd)