Pati  

Jelang Pilkada, LKP2A bersama Kesbangpol Berikan Pemahaman Politik ke Mahasiswa

SUASANA: Sosialisasi Pendidikan Politik dan Wawasan Kebangsaan dan Penguatan Nilai-nilai Pancasila yang digelar di Aula Badan Kesbangpol Pati, kemarin. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Lembaga Kajian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LKP2A) Kabupaten Pati bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pati menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik dan Wawasan Kebangsaan dan Penguatan Nilai-nilai Pancasila. Sosialisasi ini digelar untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pati.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Badan Kesbangpol itu diikuti oleh puluhan peserta. Mulai pengurus organisasi masyarakat (ormas) hingga kalangan mahasiswa.

Ketua LKP2A Pati, Umi Nadhiroh mengungkapkan, sosialisasi ini bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat saat berlangsungnya Pilkada yang berlangsung pada November 2024 mendatang. Dengan demikian diharapkan kontestasi politik tersebut dapat berjalan secara mestinya.

Baca juga:  Dewan Nilai Masyarakat Pati Butuh Penyuluh Hukum

“Sebentar lagi ada pemilihan kepala daerah. Tentu kegiatan ini penting untuk memberikan pemahaman tentang politik agar pelaksanaan Pilkada berjalan dengan aman dan lancar,” kata dia saat memberikan sambutan dalam sosialisasi tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol, Sugiyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Politik Dalam Negeri dan Ormas pada Kesbangpol Pati, Herman Setiawan menambahkan, kegiatan tersebut juga bagian tugas pihaknya. Di antaranya memberikan pembinaan ideologi Pancasila dan tentang wawasan kebangsaan.

“Ini pembudayaan ideologi Pancasila. Jadi itu amanat dari pemerintah pusat melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Yang kedua terkait wawasan kebangsaan. Karena generasi muda dinilai mulai melupakan itu,” ucapnya.

Baca juga:  Soal Deklarasi Kades, Pj Bupat Pati: Aku Ora Mudeng

Selain itu, lanjut dia, perlu pendidikan politik bagi masyarakat. Sehingga bisa mengetahui bahwa nanti tanggal 27 November nanti ada Pilkada untuk memilih calon bupati (cabup) Pati dan wakil bupati (cawabup) Pati.

“Kita sosialisasikan agar partisipasi masyarakat ikut meningkat. Karena pada Pemilu kemarin, tingkat kesertaan tinggi. 84,4 persen di tingkat Jawa Tengah. Target dari kementerian Dalam Negeri 79,5 persen. Kita lebih tinggi dari itu,” pungkasnya. (lut)