Karya Seni: Edisi Gareng Menyandang Gelar Sarjana

HASIL: pelukis karya seni dua dimensi, Abdul Chamim menunjukkan foto bersama lukisan Gareng wisuda di Gentong Miring Art Gallery, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Mengingat kondisi yang begitu mahal hari ini, dalam sebuah karya seni dua dimensi milik Abdul Chamim ini penuh semangat. Meskipun Gareng memiliki keterbatasan fisik dan finansial, dia bisa lulus cumlaude. Inilah sisi perjuangan orang lemah bisa menyandang gelar sarjana dan membanggakan.

“Gareng adalah karakter legendaris dari kesenian wayang Jawa. Gareng disini, menyandang gelar sarjana dalam bidang Studi Wayang. Gareng dikukuhkan sebagai lulusan dengan prestasi gemilang,” ucap Chamim saat ditemui di Gentong Miring Art Gallery, belum lama ini.

Baca juga:  Pemkab Rembang Gelar Expo untuk Tingkatkan Daya Saing & Kreativitas UMKM

Karya ini dibuat dengan melihat cacatnya dunia pendidikan hari ini, Gareng adalah seorang rakyat jelata yang cacat. Kenapa harus diwisuda dan lulus cumlaude, ada permainan apa disitu. Dia menjelaskan banyak formalisme sehingga Gareng mendapat gelar bisa lewat jalan pintas atau pintu belakang.

“Dunia pendidikan dan kebudayaan itu tidak bisa dipisahkan. Kita melihat dunia pendidikan saat ini tidak baik-baik saja. Jika dua bidang itu ditarik sehingga kehilangan subtansi dari pendidikan dan kebudayaan tersebut berdampak pada negara,” kata dia.

Menurutnya, Gareng yang selama ini dikenal sebagai tokoh yang cerdas dan humoris dalam pertunjukan wayang, telah menyelesaikan studinya dengan dedikasi tinggi. Dalam karyanya, Gareng seperti menyatakan rasa terima kasihnya kepada semua yang telah mendukungnya selama perjalanan pendidikannya. Dia juga mengungkapkan harapannya untuk terus menghidupkan dunia pendidikan dan kebudayaan.

Baca juga:  BPJS Ketenagakerjaan Rembang Kerja Sama Lindungi Pekerja Informal

“Gareng telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mempelajari dan memahami studinya. Prestasinya sebagai lulusan adalah suatu kehormatan baginya,” terangnya.

Dengan kelulusannya ini, Gareng menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memperhatikan sisi pendidikan dan melestarikan budaya nenek moyang. Semoga prestasi Gareng ini memberikan dorongan positif bagi perkembangan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.

“Kalau bisa kedua bidang tersebut jangan dipolitisasi, kalau mau dimengerti kita sadar bahwa kedua bidang itu jangan di tarik sehingga kehilangan ruhnya atau subtansi dari pendidikan dan kebudayaan tersebut. Karena itu penting membawa bangsa ini maju,” pungkasnya. (cr3)