Beri Manfaat, Dewan Apresiasi Padat Karya

GIGIH BEKERJA: Terlihat ibu-ibu pekerja Padat Karya saat mendorong gerobak berisi adukan cor semen, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Berikan manfaat langsung dan tidak langsung pada masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul mengapresiasi program padat karya. Pihaknya pun berharap program padat karya ini bisa berkelanjutan.

Anggota DPRD Bantul dari Fraksi Gerindra, Datin Wisnu Pranyoto menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan pembangunan infrastruktur padat karya di Bantul. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat, khususnya yang belum memiliki pekerjaan.

“Kegiatan itu tentunya sangat membantu bagi masyarakat yang saat ini mungkin belum punya pekerjaan, jadi bisa punya pekerjaan. Untuk itu, saya sangat apresiasi padat karya di Bantul ini,” ungkapnya, belum lama ini.

Baca juga:  Orang Tua Diminta Rutin Cek Alur Pendaftaran PPDB

Menurutnya, selain memberikan pekerjaan bagi warga yang belum atau sedang tidak memiliki pekerjaan, padat karya juga memberikan dampak tidak langsung. Yaitu dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan infrastruktur di wilayah pedesaan.

“Sehingga bagi lingkungan yang membutuhkan infrastruktur juga terpenuhi. Jadi keduanya, baik secara pembangunan maupun ketenagakerjaan terpenuhi,” ujarnya.

Selain memberikan apresiasi pada Pemkab Bantul yang telah melakukan kegiatan padat karya, dirinya juga mendorong agar program ini bisa berkelanjutan. “Saya mendorong untuk padat karya ini bisa berkelanjutan,” imbuhnya.

Lebih rinci, Datin menjelaskan, dalam konteks peningkatan ekonomi, pembangunan infrastruktur fisik ini bisa memperlancar kegiatan perekonomian. Di antaranya yakni aktivitas seperti pengangkut produk pertanian menjadi lebih mudah.

Baca juga:  KADIN DIY Soroti Ancaman Resesi Ekonomi 2025

“Tentunya begini, padat karya kan berupa infrastruktur, hal itu akan menambah nilai ekonomi. Yang kemarin jalan itu rusak, seperti jalan menuju sawah, bisa menjadi lancar untuk lalu lintas. Tentu ini akan menambah ekonomi juga selanjutnya,” imbuhnya.

Ke depan, lanjutnya, anggaran padat karya ini dinilai perlu ditingkatkan. Jika padat karya Bantuan Keuangan Khusus (BBK) provinsi DIY ini di beberapa lokasi mampu menyediakan anggaran sebesar Rp200 juta, maka padat karya APBD Bantul juga harus ditingkatkan dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta.

“Untuk saat ini, menurut saya di Bantul dibatasi di angka Rp100 juta, kalau bisa seperti provinsi yang bisa diangka Rp200 juta. Ada peningkatan anggaran supaya pembangun melalui padat karya lebih maksimal. Karena kadang-kadang pembangunan itu hanya setengah, tidak bisa optimal,” pungkasnya. (nik/abd)