Kudus  

Kader Digital Ajak Masyarakat Ikuti Pelatihan

SOSIALISASI: Ketua Kader Digital memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pelatihan ditigal, Minggu (31/6/24). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudu mensosialisasikan Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) untuk pertama kali. Hal ini merupakan tindak lanjut dari pencanangan desa cerdas beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Karangbener, Arifin mengatakan, desa cerdas merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian desa (Kemendes) untuk menghadapi perubahan. Termasuk langkah dari desa cerdas ini nanti menjadi desa yang berbasis digital. Pemerintah desa (Pemdes) mendukung kegiatan ini karena penting dan dibutuhkan masyarakat.

“Kedepannya nanti ketika ada kegiatan apapun pasti serba digitalisasi. Harapannya warga Desa Karangbener selalu aktif mencari ide-ide. Karena tanpa dukungan dan masukan dari masyarakat, saya yakin, Pemdes tidak akan menjadi desa cerdas,” tuturnya Minggu (31/6/24).

Baca juga:  MI NU Baitul Mukminin dan SD 4 Jekulo Raih Juara Umum Lomba Atletik

Sementara itu, Ketua Kader Digital Desa Karangbener, Robi Cahyadi menjelaskan, pihaknya telah melakukan pembekalan dan monitoring ke Jakarta beberapa waktu lalu. Kini saatnya berbagi pengalaman untuk melaksanakan tugas-tugasnya.

Tugas tersebut nanti ada 4 program yang harus dilaksanakan. Sesuai dari usulan dan kesepakatan bersama masyarakat, dia merencanakan pelatihan desain grafis, editing video, digital marketing, dan satu lagi menyusul. Pelatihan tersebut akan berlangsung dalam batas waktu sampai akhir tahun.

“Satu program lagi belum ditetapkan karena memang belum ada usulan dari masyarakat. Sambil menunggu itu, kami akan mulai melaksanakan pelatihan Juli mendatang,” terangnya.

Baca juga:  Perpustakaan UMK Sajikan Berbagai Layanan Unggulan

Dia menambahkan, untuk pelatihan digital marketing ini berdasarkan usulan dari para UMKM. Selain itu pelatihan editing video dan desain grafis usulan dari para pemuda. Semua pelatihan nantinya akan menyasar pada semua masyarakat desa atau keterwakilan dari kelompok-kelompok tertentu. Seperti petani, UMKM, disabilitas dan lainnya.

“Tugas ini bersifat wajib. Karena ada anggaran dari bank dunia. Dan harus ada laporan pertanggungjawaban dari semua pelatihan yang akan kami jalankan,” ungkapnya.

Ia berharap, setelah melaksanakan semua pelatihan ini nanti bisa membantu Pemdes dalam bertransformasi ke arah serba digital. Terlebih saat ini semenjak adanya IT dituntut untuk serba cepat. “Untuk menunjang desa cerdas ini kami mendorong Pemdes untuk memfasilitasi warganya seperti adanya CCTV dan lain-lain,” pungkasnya. (cr3/fat)