Kudus  

MP3I Kudus Soroti Tiga Isu Penting

KHIDMAT: MPC MP3I Kudus mendiskusikan tiga isu penting dalam forum konsolidasi dan komunikasi di Pondok Pesantren Tasywiqul Qur’an Kudus yang diasuh oleh KH Ahmad Bahruddin, akhir pekan lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Majlis Pengurus Cabang (MPC) Majlis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I) Kudus tengah menyoroti tiga itu penting. Yaitu isu meneguhkan pesantren ramah anak, pesantren cerdas sehat, dan ekologi kemandirian pesantren dalam menghadapi Indonesia Emas 2045.

Ketiga isu tersebut menjadi perbincangan dalam konsolidasi dan komunikasi di Pondok Pesantren Tasywiqul Qur’an Kudus yang diasuh oleh KH Ahmad Bahruddin, Jum’at (28/6). Pertemuan ini sekaligus mengukuhkan Sekretariat MPC MP3I Kudus di Pesantren Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Bendan Kudus, pondok bersejarah peninggalan penggerak dan pendiri NU, KHR. Asnawi Kudus.

Ketua MPC MP3I Kudus, KH. Hafid Asnawi menyebutkan, konsolidasi ini dilaksanakan untuk memetakan dan menentukan sikap dalam menghadapai realitas sosial akhir-akhir ini. Khsususnya berbagai isu-isu terkini terkait Pondok Pesantren (Ponpes) dan perannya bagi transformasi sosial di era digital.

Baca juga:  BPPKAD Berlakukan Bebas PBB Hingga Agustus

“Hasilnya yaitu perumusan komitmen dan sejumah rekomendasi penting,” ujarnya.

Pertama, lanjut dia, yaitu tradisi pesantren yang sejak awal digagas sebagai pusat pengembangan tafaqquh fiddin. Berbasis nilai selalu berusaha mengembangan risalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan visi Islam Rahmatan lil’alamin.

“Karena itu falsafah dan landasan penyelenggaraan pondok pesantren dibangun atas dasar Islam ramah baik dalam pikiran, sikap maupun tindakan. MP3I Kudus komitmen mengajak insan pesantren selalu istiqomah dalam visi Islam ramah dalam membangun peradaban suci tersebut,” bebernya.

Kedua, menghadapi revolusi teknologi informasi yang dikenal sebagai great disruption, MP3I Kudus tetap memegang prinsip. Yaitu memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai baru yang lebih baik.

Baca juga:  Pencari Loker Pilah-pilih Sebabkan Pengangguran Bertambah

“Untuk itu perkembangan teknologi digital termasuk media sosial, perlu dimanfaatkan sebagai media menyemai Islam ramah. Sebagai upaya pengembangan moderasi beragama sebagaimana dilakukan dalam gaya dakwah Walisongo dan para kiai pendahulu pada zamannya,” sambungnya.

Ia menambahkan, insan pesantren diimbau bijak dan pintar seleksi dalam menfilter berbagai akun yang tidak sehat. Tujuannya agar perkembangan cyber media menjadi berkah bukan musibah.

Sementara yang ketiga yaitu ajaran tradisi pesantren yang selalu menempatkan bab bersuci pada bagian pertama dalam berbagai kitab fiqih yang dipelajari para santri. Sehingga perlu dihidupkan melalui pengembangan ekologi pesantren yang sehat, bersih dan mandiri bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Baca juga:  Matangkan Persiapan Liga Dua, Persiku Kudus Kenalkan Pelatih Baru

“Dalam kemandirian inilah, pesantren juga perlu mengembangkan inkubasi bisnis yang halalan thoyyiban agar terbebas dari judi-online yang meresahkan generasi bangsa akhir-akhir ini,” paparnya.

Menurutnya, semua itu perlu dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak menuju kehidupan Islam yang ramah dalam dalam keluarga, pesantren, masayarakat dan dalam berbangsa. Oleh sebab itu, MP3I Kudus siap berkolaborasi berjuang bersama dalam membangun peradaban bangsa yang santun, toleran dan mandiri, peradaban khas santri dan pesantren. (cr1/fat)