Roemah Difabel Semarang Sidak Ponsel Anak Difabel, Cegah Penyebaran Konten Asusila

Founder Rumah Difabel Semarang, B Noviana Dibiantari R,
Founder Rumah Difabel Semarang, B Noviana Dibiantari R, (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Roemah Difabel menyidak ponsel milik anak-anak penyandang disabilitas di rumah komunitas tersebut. Tepatnya di Jalan Untung Suropati No.56 Kav.14, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan dari hal-hal yang tidak diinginkan di era digital ini.

Founder Rumah Difabel Semarang, B Noviana Dibiantari R mengukapkan, kegiatan itu dilakukan secara dadakan. Lantaran ia merasa heran setelah melihat sikap aneh yang diperlihatkan anak-anak difabel tersebut. Termasuk anak dengan gangguan down syndrom yang berpelukan dengan anak difabel lainnya.

Baca juga:  KPK Beri Bimtek Keluarga Berintegritas pada 35 Kepala Dinas

“Nah ini yang seharusnya tidak boleh dilakukan karena mereka sudah usia remaja dan seksualitasnya lagi mengalami puncak-puncaknya. Kemudian, saya melihat itu saya penasaran dan saya lakukan sidak dadakan,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

Dalam sidak tersebut, kata Novi, pihaknya menemukan gambar asusila. Ia pun langsung bertanya kepada setiap pemilik gawai tersebut.

“Katanya dari temannya dari SLB dan gurunya. Ini sudah termasuk bullying saya bilang. Terus kita diskusi dan mendatangkan psikolog dan anak-anak yang bermasalah karena itu dapat dari satu anak terus disebarluaskan. Akhirnya itu yang membuat kita teruskan, akhirnya orang tua kita beri edukasi parenting,” jelas Noviana.

Baca juga:  Pemprov Jateng Masih Punya PR Banjir Rob

Pihaknya juga men-screenshoot alat bukti yang ada untuk dijelaskan kepada orang tua anak difabel.

Rumah Difabel Semarang, kata Noviana, telah bekerja sama dengan Panti Wilasa Citarum terkait kegiatan reproduksi remaja bagi anak difabel. Meski diketahui mereka tidak paham, dirinya tetap ingin ada kolaborasi dengan orang tua, sukarelawan dan guru untuk memberikan edukasi agar hal yang sama tidak dilakukan kembali oleh teman-teman difabel.

“Penting diajarkan sejak dini tahun ini. Jadi nanti temanya Stop Bullying terhadap Penyandang Disabilitas,” pungkasnya. (int/adf)