5 Sekolah di Kudus Kembali Raih Adiwiyata

APRESIASI: Penjabat Bupati Kudus usai menyerahkan sertifikat adiwiyata secara simbolis dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, akhir pekan lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Satu sekolah dan empat madrasah di Kabupaten Kudus berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah 2024. Diantaranya MI Muhammadiyah Al-Tanbih, SMP 2 Gebog, Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kudus. Lalu Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kudus dan Madrasah Tsanawiyah Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup, Sri Wahjuningsih mengapresiasi sekolah dan madrasah yang telah menyabet penghargaan adiwiyata. Penghargaan tersebut diberikan pada sekolah yang berhasil melakukan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Ada tiga aspek yang menjadi penilaian.

Baca juga:  Melebihi Kuota, PPDB SMP 1 Kaliwungu Membludak

”Perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi dan pemantauan gerakan PBLHS poin penting penilaian,” katanya

Kedepannya, pihaknya berharap semakin banyak sekolah yang menerima penghargaan tersebut. Tentu melalui komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, pengelolaan sampah terkelola dengan baik dan memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Demi terwujudnya hal tersebut, hendaknya semua elemen di sekolah. Seperti kepala sekolah, guru, pelajar dan semuanya harus ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah pada Kantor Kemenag Kudus, Agus Siswanto menyebut, keikutsertaan madrasah dalam penilaian sekolah adiwiyata sendiri mulai dilakukan sejak 2022 lalu. Dengan 10 madrasah yang telah lolos di tingkat Kabupaten Kudus pada tahun yang sama.

Baca juga:  667 Peserta Individu dan 78 Regu Ikuti KSM Kabupaten

“Kemarin ada 10 madrasah yang dapat di tingkat kabupaten. Karena hanya ada empat yang siap melaju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah makanya hanya ada empat yang diajukan dan lolos semua,” ujar Agus

Ia menambahkan, sekolah atau madrasah adiwiyata ini merupakan amanat dari Peratuan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 52 Tahun 2019. Yakni tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah.

“Sekolah yang menerapkan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup dapat diajukan untuk mendapatkan predikat sekolah adiwiyata secara bertahap di masing-masing tingkatan,” imbuhnya.

Baca juga:  SDN Mojosimo Gajah Dikenalkan Profesi Militer

Usai bergelar adiwiyata, sekolah akan menjalankan program-program terkait selama satu tahun. Setelah itu, apabila madrasah tersebut dinyatakan siap untuk melaju ke tingkat Adiwiyata Nasional, maka akan diajukan kembali untuk paling cepatnya 2025 mendatang.

“Harapan dari Kemenag bisa secepatnya lanjut ke tingkat nasional. Tapi kembali lagi menimbang kesiapan dari sekolah masing-masing,” jelasnya. (cr1/fat)