Infrastruktur Padat Karya Jadi Aset Kalurahan

GIAT: Terlihat warga pekerja padat karya saat menumpahkan adukan semen untuk cor jalan, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Pembangunan infrastruktur fisik padat karya yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul akan selesai pada 6 Juli mendatang. Selanjutnya, infrastruktur tersebut akan diinventarisasi menjadi aset kalurahan yang sekaligus pula selaku pihak yang akan melakukan pemeliharaan lebih lanjut.

Seperti yang diketahui sebelumnya, pengerjaan infrastruktur padat karya Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini dimulai pada 12 Juni lalu dan berlokasi di 300 titik yang tersebar di 17 kapanewon di Bantul. Anggaran yang digelontorkan yakni sebesar Rp32,4 miliar.

Baca juga:  Disdikpora DIY Wajibkan Semua Sekolah Terima ABK

Adapun padat karya ini terdiri dari dua paket pengerjaan. Yang pertama, paket pengerjaan dengan anggaran sebesar Rp100 juta sebanyak 276 lokasi. Lalu yang kedua, paket pengerjaan Rp200 juta untuk 24 lokasi.

Kepala Disnakertrans Istirul Widiastuti menyampaikan, infrastruktur padat karya ini terdiri dari jenis bangunan yang sifatnya sederhana, namun memberikan dampak langsung pada masyarakat. Di antaranya yaitu pengecoran jalan rusak, pembukaan jalan baru, pembuatan talut jalan, serta saluran irigasi tersier untuk aktivitas pertanian.

“Meskipun itu sementara untuk membantu angkatan kerja penganggur, setengah penganggur, dan warga miskin, tapi hasil dari pembangunan infrastruktur fisik ini diharapkan bisa menimbulkan dampak yang baik bagi masyarakat. Harapannya, hasil padat karya ini nanti mampu menggerakkan ekonomi di wilayah tersebut,” ungkapnya, belum lama ini.

Baca juga:  Bantul Turut Aktif Wujudkan Generasi Emas 2045

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans, Rumiyati mengatakan, setelah pengerjaan fisik ini selesai, infrastruktur tersebut akan menjadi aset kalurahan. Sehingga proses pemeliharaan atau perawatan sepenuhnya diserahkan pada kalurahan.

“Infrastruktur padat karya ini akan jadi aset kalurahan. Nanti bentuknya lewat berita acara serah terima yang ditandatangani oleh kepala dinas, terus diserahkan kepada lurah kalurahan setempat. Pihak kalurahan yang nanti akan mengelolanya,” ujarannya.

Di sisi lain, Lurah Terong, Sugiyono mengatakan bahwa pembangunan fisik padat karya di Kalurahan Terong berjalan lancar dan telah sudah memasuki tahapan finishing. Dirinya pun berharap agar padat karya terus berlanjut guna memperbaiki infrastruktur di lingkungan kalurahan.

Baca juga:  Waspada Flu Singapura di Yogyakarta! Kasus Meningkat 2.317 Suspek

“Dari pemerintah kalurahan, semoga program itu tetap harus ada, karena masih banyak hal yang harus dibangun. Walaupun tidak harus terfokus pada jalan lingkungan, tapi bisa pula untuk pembangunan drainase dan sebagainya,” tandasnya. (nik/abd)