Tekankan Warga untuk Lindungi Anak dari KGBO

Kabid Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3AP2 DIY, Hera Aprilia
Kabid Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3AP2 DIY, Hera Aprilia. (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta (DP3AP2) DIY menyebutkan bahwa banyak korban kekerasan atau pelecehan seksual di Yogyakarta mengalami kejadian tersebut melalui penggunaan handphone dan media sosial. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk bisa melindungi anak dari ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

“Pelaku sering mengancam untuk menyebarkan foto atau video korban di media sosial sebagai bentuk pemerasan atau intimidasi kepada korban agar korban merasa depresi,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3AP2 DIY, Hera Aprilia, belum lama ini.

Baca juga:  Sultan: Judi Online adalah Penyakit Sosial

Dijelaskan bahwa kasus KBGO diatur dalam Pasal 14 UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Pelaku KBGO dapat dijatuhi hukuman penjara hingga empat tahun dan denda maksimal dua ratus juta rupiah. “Untuk mengurangi kasus ini, DP3AP2 DIY aktif mengadakan edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta masyarakat,” tuturnya.

Salah satu alasan banyaknya kasus KBGO adalah minimnya pengetahuan masyarakat tentang jenis kekerasan ini. Pihaknya menekankan, pentingnya peran orang tua dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang penggunaan media sosial yang aman.

Baca juga:  Dewan Siapkan Rp12 Miliar, Atasi Masalah Sampah

“Orang tua harus selalu mengingatkan anak-anak tentang risiko dan cara menghindari KBGO. Dampak dari KBGO terhadap korban bisa sangat serius. Korban biasanya mengalami depresi, kecemasan, ketakutan, dan trauma psikologis yang mendalam,” jelasnya.

Pihaknya menyarankan agar korban segera melaporkan kejadian yang dialami dan menceritakan kronologi secara detail. DP3AP2 DIY siap memberikan pendampingan psikologis dan bantuan hukum kepada para korban.

“Untuk mencegah anak-anak menjadi korban KBGO, DP3AP2 DIY memberikan beberapa tips kepada orang tua. Beberapa di antaranya yakni memperkenalkan cara berinternet yang aman, membangun percakapan terbuka dengan anak-anak, dan menerapkan prinsip no, go, tell kepada mereka,” paparnya.

Baca juga:  Donor Darah HUT ke-77 Pemkot Yogyakarta: Tingkatkan Kesadaran Masyarakat dan ASN untuk Menyelamatkan Nyawa Orang Lain

Selain itu, beberapa langkah pencegahan KBGO lainnya yang dapat diambil antara lain berpikir sebelum mengunggah atau mengirim sesuatu secara online, menyaring informasi sebelum membagikannya, berhati-hati dengan orang yang hanya dikenal secara online.

“Termasuk juga melindungi data pribadi, dan tidak mudah tergoda dengan iming-iming hadiah atau uang. Jika menemukan hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang,” pungkasnya. (suf/abd)