160 CGP Bantul Dinyatakan Lolos dan Siap Menuju Transformasi Pendidikan

PENYERAHAN: Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto tengah menyerahkan sertifikat guru penggerak angkatan 9 di SMAN 1 Kasihan, Sabtu (29/6). (MUHAMMAD ABU YUSUF AL BAKRY/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Sebanyak 160 Guru Penggerak Angkatan 9 dikukuhkan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berfokus pada pengembangan proses dan hasil belajar peserta didik. Ditekankan bahwa pentingnya peran Guru Penggerak sesuai dengan motonya, tergerak, bergerak, dan menggerakkan.

“Melalui Program Guru Penggerak (PGP), angkatan ke-9 ini, diharapkan dapat membentuk guru menjadi pemimpin pembelajaran.,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, beberapa waktu lalu.

Pihaknya memaparkan, tujuan utama PGP ini untuk membekali para guru dengan keterampilan kepemimpinan yang diperlukan untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. Ia juga berharap agar setelah pelantikan ini, Guru Penggerak dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca juga:  Padat Karya Diharapkan Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat Bantul

“Dengan adanya Guru Penggerak, diharapkan terjadi peningkatan yang signifikan dalam metode pembelajaran, sehingga siswa dapat mencapai prestasi akademik yang lebih baik dan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ungkapnya.

Dalam acara ini, turut dihadiri oleh dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk perwakilan dari Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) (DIY), Balai Pendidikan Menengah (BALDIKMEN), dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantul.

Sementara itu, Ketua panitia PGP angkatan ke-9, Angling Indri Asmoro mengungkapkan, program ini berhasil mencapai tingkat kelulusan 100 persen di Kabupaten Bantul. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama enam bulan.

Baca juga:  Libur Produktif, Kreasi Literasi Anak Digelar

“Dari total 160 guru yang dilantik, 22 dari taman kanak-kanak (TK), 88 berasal dari sekolah dasar (SD), 24 dari sekolah menengah pertama (SMP), dan 26 dari sekolah menengah Atas (SMA),” ungkapnya.

Mengusung tema Guru Penggerak sebagai Pilar Perubahan Pendidikan, program ini diharapkan mampu menciptakan transformasi positif di bidang pendidikan. Guru yang tergabung diharapkan dapat menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan perubahan dan mendorong kemajuan di bidang pendidikan.

“Guru Penggerak memainkan peran kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang dinamis, inklusif, dan berkualitas tinggi. Mereka diharapkan dapat menghasilkan siswa yang berdaya saing tinggi dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” tuturnya.

Baca juga:  Orang Tua Diminta Rutin Cek Alur Pendaftaran PPDB

Pihaknya menggarisbawahi pendampingan yang dilakukan selama enam bulan, para guru menerima berbagai pelatihan intensif sejak Agustus tahun lalu hingga April tahun ini, dengan dua bulan masa cuti.

“Harapan besar ditumpukan kepada Guru Penggerak angkatan ke-9 untuk dapat menciptakan perubahan signifikan dalam sistem pendidikan Indonesia. Mereka diharapkan dapat membantu menghasilkan siswa yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga siap menghadapi tantangan global di masa depan,” pungkasnya. (suf/abd)