Figur  

Beri Motivasi pada Remaja lewat Duta GenRe

Fadhilatul Hidayah Rofiq
Fadhilatul Hidayah Rofiq. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

MENJADI keterwakilan diri untuk bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar membuat Fadhilatul Hidayah Rofiq motivasi untuk terjun mengikuti Forum Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Jepara 2024. Siswi MAN 1 Jepara ini mengaku bahwa Forum Duta Genre membawa dampak positif bagi dirinya. Seperti menjadi figur teladan dan motivator bagi remaja, juga dapat membantu remaja mengatasi permasalahan krusial.

“Karena Forum Duta GenRe merupakan program dari DP3AP2KB Jepara, kepanjangan tangan dari BKKBN yang menangani perihal permasalahan remaja. Dengan itu, aku tertarik dan ingin membantu,” ungkap Dhila sapaan akrabnya, belum lama ini.

Baca juga:  Mahasiswa UAD Bercita-Cita Bangun Brand Baju Sendiri, Cireng Jadi Modal Awal

Dara yang juga menjadi Duta Anti Bullying di sekolah ini menjelaskan bahwa maraknya fenomena pernikahan dini, seks bebas, serta kenakalan remaja, memacu dirinya untuk bisa berkontribusi dan bersosialisasi kepada teman sebayanya. Hal itu, perlu dilakukan karena tugas Duta GenRe antara lain memberikan advokasi komunikasi, informasi, dan edukasi. Baik tentang kesehatan reproduksi, gizi, dan perencanaan kehidupan berkeluarga.

“Ingin menjadi bagian yang membantu mengurangi banyaknya penyimpangan remaja,” jelas pencinta puisi ini.

Sebagai salah satu diantara 30 finalis Duta Genre Jepara, Dhila menyampaikan apabila dirinya lolos dan menjadi Miss Duta Genre Jepara 2024, ia akan mengutamakan perihal penguatan karakter bagi remaja. Sebab, bagi dia jika karakter seseorang itu kuat, maka kehidupannya akan lebih tertata dan terencana.

Baca juga:  Tetap Produktif di Tengah Padatnya Kesibukan

Melalui Duta GenRe ini, ia berharap bisa memperluas pengetahuan, pengalaman, dan relasi. Sehingga, kontribusi serta kebermanfaatan diri bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

“Selain melihat kondisi lingkungan terkait kurangnya penguatan karakter remaja. Di satu sisi aku pernah mendengar ungkapan dari salah satu budayawan yang mengatakan, R.A. Kartini pernah memberikan gagasan bahwa tidak diperbolehkan nikah muda apabila seorang itu belum kuat keterampilan, pengetahuan, dan karakternya. Sehingga, kata itu yang sampai saat ini menjadi pegangan bagi diriku,” pungkas @fdhlatulhr. (cr4/adf)