Jepara  

Kabupaten Jepara Upayakan Predikat Utama di KLA

PAPARAN: Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Hesti Prihandari saat menjelaskan terkait KLA di kantornya, Senin (1/7). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Kabupaten Jepara menjadi salah satu dari 6 Kabupaten dengan predikat Pratama Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tingkat Jawa Tengah. Jepara terus melakukan upaya untuk mendapatkan predikat utama pada 2024.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jepara, terdapat 6 kabupaten yang mendapat predikat Pratama. Diantaranya, Kabupaten Semarang, Banyumas, Purworejo, Kudus, Jepara, dan Kendal.

Plh Kepala DP3AP2KB Jepara, Hadi Sarwoko melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Hesti Prihandari mengatakan, saat ini Kabupaten Jepara masih pada jenjang predikat Pratama. Dengan nilai 500-600.

Baca juga:  DKK Jepara Waspadai Penularan Flu Singapura ke Anak

“Belum mencapai Kabupaten Layak Anak (KLA). InsyaAllah mengejar tahun ini menuju madya. Karena untuk bisa ke jenjang selanjutnya membutuhkan penilaian lebih dan khusus,” jelasnya saat ditemui di kantornya.

Diketahui, Kabupaten/Kota dapat disebut layak anak jika memenuhi 31 indikator KLA. Indikator KLA sendiri dikembangkan berdasarkan Konvensi Hak Anak (KHA) dan peraturan perundang-undangan terkait anak.

Kemudian, dalam capaian predikat Pratama, Hesti sapaannya menjelaskan bahwa di Kabupaten Jepara telah mencapai 5 indikator. Diantaranya, hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatife, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus.

Baca juga:  Jadi Penyumbang Terbesar Pajak Daerah, Pemkab Jepara Apresiasi PLTU Tanjungjati B

“Karena untuk mencapai KLA harus memenuhi beberapa indikator. Jepara baru ada 5 klaster, termasuk Dekela. Semakin banyak Dekela, tatanannya baik, bisa menambah point di KLA,” jelasnya.

Dekela sendiri, lanjut Hesti, merupakan Desa/Kelurahan Layak Anak. Sebuah pembangunan yang menyatukan komitmen dan sumber daya dari Pemdes, masyarakat, dan dunia usaha untuk menghormati, menjamin, dan memenuhi hak anak.

Apabila dalam daerah terdapat banyak Dekala. Maka, menjadi penunjang penilaian daripada KLA.

“Dekela bisa dilihat dari forum anak yang ada di kabupaten. Mereka menjadi representasi untuk mensosialisasikan pernikahan di bawah umur, dan lainnya,” paparnya.

Baca juga:  Disdikpora Jepara Dorong Satuan Pendidikan Pahami Regulasi PPDB

Sementara terkait upaya yang dilakukan oleh DP3AP2KB Kabupaten Jepara, kata Hesti, dengan mengevaluasi daripada tahun kemarin, meningkatkan penggalian informasi dari beberapa OPD. Sebab, untuk menuju KLA membutuhkan data dari dinas terkait. Kemudian, gencar melakukan sosialisasi

“Sosialisasi duta genre terkait nikah ideal atau nikah keren ke beberapa kecamatan maupun ke satuan pendidikan. Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) juga turut serta berkontribusi, dengan jargon #jokawinbocah,” pungkasnya. (cr4/fat)