Pemkot Semarang Diminta Konsolidasi Pengadaan Khusus Barang dan Jasa

FOTO BERSAMA: Ketua LKPP RI, Hendrar Prihadi usai membuka acara FGD Sinergitas Tata Kelola sebagai Early Warning System Pengadaan Barang dan Jasa di Pemkot Semarang tahun 2024 di MG Setos Jalan Gajahmada, Kota Semarang, Selasa (2/7/24). (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia (LKPP RI) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk melakukan konsolidasi pengadaan khusus barang dan jasa. Hal itu lantaran sejauh ini pengadaan barang dan jasa di dalam lingkup Ibu Kota Jawa Tengah mayoritas berasal dari pelaku usaha dari luar Kota Semarang.

Ketua LKPP RI, Hendrar Prihadi mengungkapkan jika masyarakat Kota Semarang dirasa tidak mampu untuk melakukan pengadaan barang dan jasa. Maka, dirinya menyarankan pemerintah wajib untuk melakukan pembinaan kepada mereka.

“Saya sampaikan Bu Ita (sapaan akrab Hevearita) bisa loh Kota Semarang jadi pioner untuk dua tahun. Konsolidasi pengadaan ini PR yang sedang dialami oleh RI dalam proses pengadaan,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, Selasa (2/7/24).

Baca juga:  KPU Jateng: Batas Usia Cagub Paling Rendah 30 Tahun sejak Pelantikan

Dirinya menilai, sistem katalog di Kota Semarang juga merupakan yang tercepat, tepat dan efisien. Meski begitu, masih ada beberapa orang yang tidak jeli atau kurang detail. Sehingga terkadang lebih memilih membeli barang atau jasa lebih murah dari produk yang tayang di katalog.

“Sehingga tanpa membandingkan harga yang dipasaran,” imbuhnya.

Sesuai arahan kedua, kata Hendi, kepada Pemkot Semarang, yaitu perihal pengguna fitur e-audit. Fitur tersebut berfungsi sebagai antisipasi jika terjadi permasalahan yang terkait pengadaan jasa melalui early warning di inspektorat.

“Jadi itu akan terintegrasi oleh inspektorat Pemkot, LKPP, KPK, BPKP dalam fitur e audit. Sebelum semua diproses di APH (aparat penegak hukum, Red.) ini sudah diklarifikasi di inspektorat. Sehingga harapannya bisa meringankan beban Pak Kejari dalam membuat pengawasan pada pengadaan barang dan jasa di wilayah Kota Semarang makin clear,” jelasnya.

Baca juga:  Disdik Kota Semarang Siap Bantu Akses Sekolah untuk 69 CPD

Ia mengapresiasi kinerja Pemkot terutama Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu. Karena rapor pengadaan barang jasanya dinilai sangat bagus.

“Pengadaan barang dan jasa ini setiap tahun ada dan rapornya sudah bagus. Makin memahami kalau ini dijalankan dengan baik, selain untuk kemanfaatan masyarakat juga pasti akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang maupun di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu menyampaikan pihaknya akan melakukan konsolidasi pengadaan dan e-audit. Hal ini sebagai pemacu agar Kota Semarang menjadi salah satu dari kabupaten/kota yang menjadi pioner pengadaan barang dan jasa terbaik di Indonesia.

Baca juga:  Pemprov Jateng Raih Penghargaan GDPK Award 2024, Bukti Komitmen Bangun SDM Unggul

“Tentunya ini akan menjadi satu PR para pelaku usaha yang bisa masuk e-katalog mayoritas orang Semarang. Makanya saya dorong termasuk BRIN yang masuk dari orang Semarang dan sudah kami fasilitas co working space. Sehingga nanti masyarakat atau pelaku usaha bisa melakukan konsolidasi atau klinik terkait pengadaan barang dan jasa,” ucapnya. (int/adf)