Pati  

Terdakwa Pemalsuan Merek Cardinal Dituntut Hukuman Penjara 2 Tahun 6 Bulan

SUASANA: Persidangan dalam agenda pembacaan tuntutan yang digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Pati, Selasa (2/7/24). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Terdakwa kasus pemalsuan celana merek Cardinal, Neneng Setiawati dituntut hukuman pidana selama 2 tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tuntutan ini disampaikan dalam persidangan yang di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Pati, Selasa (2/7/24) siang.

Dalam sidang itu dihadiri oleh pihak PT Multi Garmenjaya yang memiliki merek Cardinal dan juga  penasehat hukum terdakwa. Sementara terdakwa mengikuti persidangan tersebut melalui zoom.

Staf Khusus PT Multi Garmenjaya, Sufiyanto menghargai tuntutan dari JPU itu. Ia hanya berharap kepada majelis hakim agar kasus ini diselesaikan secara adil.

Baca juga:  SPBU di Pati Terbakar, Tewaskan Satu Orang

“Kita menghargai tuntutan kejaksaan 2 tahun 6 bulan. Kita mengharapkan sekali ada keadilan dari majelis,” kata dia usai persidangan tersebut.

Pihaknya berharap kasus serupa tidak terjadi lagi. Karena pemalsuan merek ini dinilai merugikan perusahaannya dan masyarakat secara luas.

“Pemalsuan merek tuntutannya berat. Pelaku pemalsuan itu merugikan masyarakat secara umum. Mereka harus menyadari. Saya pikir ini harus menjadi pemberitaan agar semuanya memahami,” lanjut dia.

Sementara itu kuasa hukum PT Multi Garmenjaya Greynaldi berharap putusan pengadilan nanti dapat seadil-adilnya. Mengingat terdakwa juga berpotensi mendapatkan hukuman lebih.

Baca juga:  Pejabat Pemkab hingga Pendidik Dibekali Pencegahan Korupsi

“Tuntutan menjadi kewenangan kejaksaan. Kita sudah melalui kepolisian, kejaksaan. Tapi untuk putusan akhirnya kembali ke majelis yang menimbang dan memutuskan pantasnya harus seperti apa,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, sidang kasus ini nantinya bakal dilanjutkan Selasa (9/7/2024) pekan depan. Yakni dengan agenda pembacaan pledoi oleh terdakwa maupun kuasa hukum dari terdakwa.

Sebelumnya diberitakan, Neneng diseret ke pengadilan oleh PT Multi Garmenjaya setelah diduga memproduksi dan menjual celana Cardinal KW. Aktivitas yang dilakukan Neneng kali pertama diketahui saat karyawan Cardinal menemukan unggahan yang bersangkutan di Marketplace Facebook.

Baca juga:  PDIP Terbanyak, Hanura-Perindo Pati tak Kebagian Banpol

Terdakwa menjual celana bermerek Cardinal dengan harga sangat murah dibanding aslinya, yakni Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per buah. Sementara, harga satu celana Cardinal original dibanderol di kisaran Rp 400 ribu.

Pihak Cardinal pun melakukan investigasi dengan cara melakukan pemesanan dan mendatangi pabrik konveksi yang memproduksi celana Cardinal KW di Desa Mojolawaran, Kecamatan Gabus. Ternyata, pabrik tersebut memang memproduksi celana Cardinal palsu dengan skala besar. Pihak Cardinal lantas memproses hukum kasus tersebut. (lut)