Figur  

Tetap Produktif meski Mengidap Kista di Usia Muda

Herni Marini
Herni Marini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JOGJA)

DI tengah pancaroba kehidupan remaja, para penyintas kista bagaikan karang di lautan, tak gentar menghadapi badai penyakit. Mereka menyimpan kekuatan tak kasat mata, melawan rasa sakit seperti duri dalam daging.

Di balik senyum mereka, tersembunyi keteguhan hati yang membara, membuktikan bahwa keberanian sejati diukur dari keteguhan jiwa, bukan usia. Seperti perjuangan Herni Marini (23). Seorang gadis muda kelahiran Jakarta yang didiagnosis syringomyelia bawaan sejak lahir.

“Ketika saya berusia 20 tahun, saya mendapat diagnosis adenomyosis, kondisi yang jarang diderita oleh wanita di bawah usia 40 tahun,” ungkapnya, Selasa (2/7/24).

Gadis kelahiran Agustus 2000 ini menyebut, kondisi adenomyosis yang diidap tidak mudah untuk ditangani. Menurut dokter, operasi bukanlah pilihan yang disarankan untuknya saat ini, terutama karena Herni belum menikah dan belum memiliki anak.

Baca juga:  Promosikan Kebudayaan lewat Teknologi

“Saya sudah minta 3 dokter untuk melakukan operasi pada kista saya, tetapi saya tidak mendapatkan persetujuan. Sehingga untuk saat ini, saya hanya melakukan pengobatan menggunakan pil KB,” jelasnya.

Gadis yang bekerja sebagai social media analyst  di sebuah perusahaan swasta itu mengaku, penyakit ini mempengaruhi kehidupannya secara signifikan. Salah satu hobinya, yakni menikmati street food di area Jawa Barat, terpaksa harus ditunda karena kondisi kesehatannya.

“Meskipun begitu, saya tetap tidak akan menyerah dalam mengelola berbagai platform sosmed, seolah-olah setiap posting-an adalah ungkapan semangat saya untuk tidak menyerah pada keadaan. Alhamdulillah selama mengikuti instruksi dan pengobatan dokter, saya tetap bisa menjalankan hobi saya dalam menjamah street food di seluruh wilayah Jawa Barat,” tuturnya.

Baca juga:  Temukan Kepercayaan Diri lewat Sosmed

Gejala yang dialaminya tidak hanya sebatas rasa sakit. Herni juga mengalami pendarahan menstruasi yang sangat deras dengan banyak gumpalan besar. Setelah menjalani pemeriksaan USG transvaginal di dokter spesialis kandungan (obgyn), ia akhirnya didiagnosis menderita adenomyosis.

“Awal saya tahu sakit ini gara-gara sakit menstruasinya parah banget, sampai tidak bisa beraktivitas. Sampai guling-guling kesakitan. Operasi sebenarnya bisa dilakukan, tapi tidak disarankan. Soalnya, bahaya bakal ada komplikasi lain, terutama karena saya belum punya anak,” jelasnya.

Kondisi ini membuatnya harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatannya dan mematuhi pengobatan yang diberikan. Herni juga memberikan saran bagi wanita lain yang mungkin mengalami gejala serupa.

Baca juga:  Beri Motivasi pada Remaja lewat Duta GenRe

“Jika kamu menstruasi dan ada tanda-tandanya yang tidak normal seperti sakit menstruasi yang mengganggu aktivitas, pendarahan yang berlebihan, atau sakit yang berlanjut hingga tiga siklus menstruasi, lebih baik segera periksa ke obgyn,” sarannya. (suf/abd)