TPA Pesalakan Resmi Ditutup

TERPAKIR: Sejumlah truk milik DLH terpakir rapi dengan angkutan penuh sampah yang mulai mengeluarkan bau busuk di Kantor UPT Persampahan DLH Pemalang, Selasa (2/7/24). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Setelah melewati tanggal kesepakatan dari Bupati Pemalang dengan masyarakat Dusun Pesalakan, TPA Pesalakan per 1 Juli 2024 resmi ditutup dan tidak menerima pembuangan. Hal itu mengakibatkan truk pengangkut yang masih penuh dengan sampah hanya terparkir di halaman Kantor UPT Persampahan, di mana masyarakat khawatir akan bau sampah yang dipastikan akan merambah ke pemukiman sekitar kantor.

Dari pantauan di UPT Persampahan DLH Pemalang terlihat 34 truk dengan isi penuh sampah milik Pemkab terpakir di area kantor. Hal tersebut dikhawatirkan masyarakat disekitar, karena bau sudah mulai tercium hingga pemukiman dan pastinya mengganggu aktivitas serta berbahaya untuk kesehatan terutama anak-anak.

Baca juga:  Tekan Permasalahan melalui Pelatihan Pengolahan Sampah

Bupati Pemalang Mansur Hidayat melalui Kepala Bakesbangpol Bagus Sutopo menuturkan, masih mencari langkah pasti mengatasi permasalahan sampah di wilayahnya. Melihat adanya nota surat penutupan TPA Pesalakan yang ditandatangani dirinya bersama masyarakat Pesalakan memasuki masa tenggang dan resmi per 1 Juli ditutup.

“Kita masih melakukan negosiasi dengan warga Pesalakan agar TPA bisa dibuka selagi persiapan tempat pengelolaan sampah dari PTAU milik Pemda,” ujarnya, Selasa (2/7/24).

Selain itu pada kesempatan negosiasi yang difasilitasi Kapolres Pemalang serta Dandim 0711/Pemalang, pihaknya berupaya menawarkan jalan tengah dengan menitikberatkan isi dalam perjanjian itu. Di antaranya ada poin yang menyebutkan masyarakat di dua kecamatan yaitu Kecamatan Pemalang dan Taman, masih diperbolehkan membuang sampah di area TPA Pesalakan. Sehingga diharapkan masyarakat membuka pintu untuk petugas truk pengangkut masuk membuang sampah dari dua kecamatan tersebut.

Baca juga:  500 Warga Baru PSHT Dilantik

“Komunikasi ini kita dibantu TNI dan Polri sebagai fasilitator agar masyarakat mau membuka TPA sementara waktu. Terutama di wilayah Kota Kecamatan Pemalang dan Taman,” terangnya.(fan/sam)