Dinpermades Catat PAD Tinggi Kabupaten Rembang Berkat BUMDes

TERANGKAN: Kepala Dinpermades Rembang menerangkan pentingnya adanya BUMDes untuk mendapatkan PAD, di Pendopo Kabupaten belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang mencatat sejumlah desa memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD). Diantara desa-desa tersebut, Desa Balongmulyo dan Desa Karangjahe menjadi contoh sukses dengan pendapatan yang terus meningkat berkat adanya BUMDes.

Kepala Dinpermades Rembang, Slamet Hariyanto menyebutkan, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang misalnya. Mereka mencatat pendapatan asli desa yang mencapai Rp 300-500 juta per tahun. Pendapatan ini menjadi sumber penting bagi pemdes untuk meningkatkan perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga:  BPJS Ketenagakerjaan Rembang Kerja Sama Lindungi Pekerja Informal

“Berkat pengelolaan yang baik, Desa Punjulharjo mampu memanfaatkan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa,” tambahnya beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, sumber pendapatan desa di Rembang tidak hanya berasal dari BUMDes. Ada beberapa sumber pendapatan lain yang juga memberikan kontribusi. Yaitu dana desa, alokasi dana desa, dana bagi hasil pajak dan retribusi, bantuan keuangan dari kabupaten, bantuan keuangan dari provinsi, serta pendapatan asli desa.

“Kombinasi dari berbagai sumber dana ini memungkinkan desa-desa di Rembang untuk mengembangkan berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Baca juga:  Dintanpan Rembang Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik yang Berkelanjutan

Lebih lanjut, dia terus mendorong desa-desa lain untuk mendirikan dan mengembangkan BUMDes sebagai salah satu strategi meningkatkan PAD. Dengan adanya BUMDes, desa-desa dapat lebih mandiri secara finansial dan mampu mengembangkan potensi lokal yang ada.

“Kami berharap lebih banyak desa yang mengikuti jejak sukses Desa Balongmulyo dan Desa Punjulharjo,” ungkapnya.

BUMDes tidak hanya memberikan dampak positif bagi keuangan desa, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga setempat dan meningkatkan keterampilan mereka. Pemerintah desa pun dapat lebih fokus pada pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan program-program sosial lainnya berkat pendapatan yang stabil dan meningkat dari BUMDes.

Baca juga:  Bawang Merah Penyumbang Terbesar Deflasi di Rembang

“Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan dari pemerintah, BUMDes dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan dan berdaya saing,” pungkasnya. (cr3/fat)