KPU: Tak Ada Kendala Coklit Di Bantul

Kepala Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Bantul, Imron Hidayatullah. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Proses pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) di Kabupaten Bantul untuk Pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak menghadapi kendala. Hal itu disampaikan Kepala Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Bantul, Imron Hidayatullah.

“Coklit itu saat ini lebih mudah. Karena Bawaslu menyampaikan itu berat, mungkin karena memang jumlah pemilih di TPS-nya ada 600. Itu berat kalau dilakukan oleh satu pantarlih,” ucapnya, Rabu (3/7/24).

Imron mengatakan, untuk mengatasi hal ini, KPU RI telah mengeluarkan kebijakan bahwa untuk satu TPS yang memiliki pemilih potensial lebih dari 400 akan di data oleh dua Pantarlih. Jadi 1 pantarlih rata-rata akan melakukan sekitar 200 coklit data pemilih.

Baca juga:  Mahasiswa UGM Kembangkan Batako Enviroblock dari Sampah Plastik

Menurutnya, format pelaporan petugas pantarlih sekarang ini juga lebih sederhana dari pemilu kemarin. Sehingga secara umum tidak ada kendala dan beban kerja berlebih bagi petugas pantarlih.

Dia menambahkan, per satu minggu petugas pantarlih ditargetkan melakukan pendataan coklit sebanyak 25 persen dari target. Adapun di minggu pertama ini, rata-rata coklit yang dilakukan pantarlih sudah lebih dari 30 persen.

“Proses coklit saat ini kami sudah melakukan koordinasi kepada teman-teman PPK yang memegang data. Itu rata-rata sudah 30 persen lebih pantalih melakukan coklit,” terang Imron.

Baca juga:  Perpanjangan Masa Jabatan Lurah, Bupati Bantul Minta Fokus Pada Tiga Permasalahan Pokok

Sedangkan terkait kendala dilapangkan, kata Imron, rata-rata, yaitu hanya mengalami kesulitan dalam penggunaan coklit berbasis aplikasi. Hal ini dikarenakan pada beberapa ponsel yang tidak mampu support. (nik/adf)