Sampah Plastik Tercampur Pupuk Organik di Bantul, DLH Yogyakarta Lakukan Pengambilan Kembali

Kabid Pengolahan Persampahan DLH Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta memberikan klarifikasi terkait kabar yang beredar mengenai adanya pengiriman pupuk organik yang masih tercampur sampah plastik di Kabupaten Bantul. Kemarin pihaknya telah dilakukan pengangkatan kembali untuk dilakukan pengolahan ulang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Persampahan DLH Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko mengatakan, pihaknya memang melakukan kerja sama dengan beberapa petani yang berada di Kabupaten Sleman dan Bantul. Sebelum dilaksanakan kerja sama itu, telah dilakukan peninjauan di TPS Nitikan.

“Jadi kami memiliki mesin pengolahan sampah gibrik yang memisahkan antara sampah organik dan nonorganik. Di mana sampah organik ini dapat dijadikan bahan utama untuk membuat kompos,” ungkapnya.

Baca juga:  Pacu Pertumbuhan Ekonomi Petani melalui EKI

Setelah dilakukan peninjauan oleh petani itu, lanjut Haryoko, mereka akan memesan kompos yang dibuat DLH Kota Yogyakarta untuk selanjutnya dikirim ke lokasi pertanian mereka. Kerja sama itu telah berjalan kurang lebih satu tahun.

“Dulu kita memang melakukan produksi sendiri sampah organik di rumah kompos. Hasil pupuk kompos itu kita bagikan gratis ke masyarakat. Karena sekarang lokasi digunakan untuk melakukan pengolahan sampah RDF (Refuse Derived Fuel, Red.) sehingga sekarang kita lakukan dengan mesin itu,” tambahnya.

Ia menambahkan, dari pengiriman yang telah berjalan dengan baik, belum lama ini ada sedikit miskomunikasi di lapangan. Sehingga ada pengiriman yang tidak seperti seharusnya karena bercampur dengan sedikit plastik.

Baca juga:  Luncurkan Buku Monitoring Afeksi Program Penguatan Pendidikan Karakter

“Saat sopir yang mengirimkan pupuk kompos itu ternyata masih campur. Dan hari ini (Rabu), telah dilakukan pengambilan kembali,” jelas Haryoko.

Dirinya berharap, kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkesinambungan. Yakni antara DLH Kota Yogyakarta yang mengolah sampah menjadi pupuk organik, dan petani yang memanfaatkan hasilnya. Kerja sama ini dinilai sangat menguntungkan.

“Kami tidak melakukan jual belikan pupuk ini kepada petani, itu kami berikan secara gratis. Dalam pengolahan sampah dengan mesin gibrik kami bisa menghasilkan pupuk organik 10 ton per hari,” pungkasnya. (riz/adf)