11 Sekolah di Rembang Raih Adiwiyata Tingkat Provinsi

BANGGA: Penyerahan penghargaan sekolah Adiwiyata di Baturraden, beberapa waktu lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – 11 sekolah dari Kabupaten Rembang menerima penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi Jawa Tengah. Penghargaan diserahkan tepat pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 tingkat Jateng, di Baturaden, Kabupaten Purwokerto, Selasa (25/6).

Kesebelas sekolah itu yakni SDN Magersari, SDN Sidomulyo, SDN 1 Sulang, SDN 1 Babaktulung dan SDN 2 Gunem. Sementara jenjang SMP yaitu SMPN 1 Sarang, SMPN 1 Bulu, SMPN 1 Sulang, SMPN 2 Kaliori, MTS Negeri 4 Rembang dan MTS Negeri 1 Rembang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang melalui Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda, Rudi Setiawan mengatakan, Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah (GPBLHS) benar-benar dilaksanakan oleh sekolah-sekolah itu. Mulai perencanaan, pelaksanaan dan monitoring evaluasi dilaksanakan secara sinkron dan baik.

Baca juga:  Rembang Siapkan Listrik Masuk Sawah Lebih Efisien

Rudi menambahkan, ada 6 aspek dalam kegiatan adiwiyata. Yaitu kebersihan, sanitasi, konservasi air, konservasi energi, pengelolaan sampah dan inovasi. 11 sekolah itu telah melaksanakan 6 aspek adiwiyata.

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada sekolah yang telah melaksanakan GPBLHS. Bagi sekolah yang belum melaksanakan GPBLHS agar dapat menyusul.

“11 sekolah ini, pada 2025 dapat kami usulkan ke tingkat nasional jika memenuhi kriteria minimal dapat 90 poin. Syarat maju ke jenjang lebih tinggi, sekolah tersebut melaksanakan GPBLHS 12 bulan dari setelah memperoleh predikat adiwiyata. Baik dari adiwiyata kabupaten ke provinsi dan provinsi ke tingkat nasional,” jelasnya.

Baca juga:  Retribusi Pasar Tradisional di Rembang Capai 24 Persen

Sementara itu Kepala SDN Magersari, Slamet Sujiharno bersyukur sekolah yang dipimpinnya bisa meraih penghargaan adiwiyata tingkat provinsi. Bahkan menjadi pelaksana terbaik. Capaian itu tak lepas dari kerja keras dan kerja sama baik dari jajaran guru dan para siswa.

“Kebiasaan yang kita tanamkan setiap hari tentang kebersihan dan peduli lingkungan kepada anak membuahkan hasil. Ini menjadi motivasi keluarga SDN Magersari untuk meningkatkan semangat kami, mempersiapkan diri untuk adiwiyata tingkat nasional,” ungkapnya.

Dari data DLH Kabupaten Rembang ,jumlah Sekolah Adiwiyata 2024  ada 107. Dengan rincian 81 sekolah raih adiwiyata tingkat kabupaten. 21 sekolah adiwiyata tingkat provinsi.  2 sekolah adiwiyata tingkat nasional. Lalu 3 sekolah mendapat penghargaan Adiwiyata mandiri. (cr3/fat)