Demak  

Calon Pemimpin di Demak Harus Punya Komitmen

Pengamat Politik Kabupaten Demak, Khaerul Shaleh. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di beberapa wilayah sebentar lagi akan dimulai. Partai politik di Kabupaten Demak pun juga telah memanaskan mesinnya sebagai kesiapan menghadapi tahun politik. Nanti, calon pemimpin di Demak harus memiliki komitmen kerja yang tinggi.

Pengamat Politik Kabupaten Demak, Khaerul Shaleh menyebut, sesuai aturan yang berlaku sangat memungkinkan apabila calon kandidat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang bertempur bisa lebih dari dua pasangan. Hal itu mengacu pada Undang-undang (UU) yang mengatur tentang pencalonan bupati.

“Kalau sesuai aturan sangat memungkinkan, karena untuk calon sebagaimana di UU yang mengatur tentang pemilihan calon bupatinya maupun wali kota yang didukung oleh partai harus punya 20 persen kursi di DPR,” ujarnya kepada Joglo Jateng (3/7/2024).

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Personil dengan Latihan Menembak

Menurutnya sangat mungkin apabila calonnya lebih dari dua pasangan calon (paslon). Akan tetapi, kepastiannya bisa dilihat saat proses pendaftaran Agustus 2024 mendatang. Dengan melihat partainya memberikan rekomendasi ke siapa.

“Ini bisa jadi nanti ada gabungan parpol juga untuk menyampaikan rekomnya kepada paslon bupati atau wakil bupati. Semoga saja lebih dari dua paslon,” ungkapnya

Lebih lanjut, apabila calonnya semakin banyak, berarti pilihan masyarakat atau rakyat yang punya hak pilih lebih banyak hak alternatifnya. Banyaknya calon yang akan tempur di Pilkada tahun ini juga telah disiapkan untuk segi anggarannya oleh Pemkab Demak.

Baca juga:  Camat Karangtengah Minta Hati-hati Lelang Tanah Kas Desa

“Banyak sedikitnya calon tidak akan berpengaruh ke anggaran. Karena anggaran sudah disiapkan pemkab melalui APBD. Berapa pun calonnya sudah dianggarkan,” tukasnya.

Selain itu, banyak juga masyarakat yang ingin melihat kandidat Pilkada 2024 lebih dari 2 paslon. Hal itu dinilai baik lantaran mereka bisa memilih dari beberapa paslon yang terbaik. Sekaligus sebagai pendidikan politik kepada masyarakat.

“Jadi masyarakat yang mencalonkan diri itu menggunakan hak pilihnya untuk dipilih, jadi bukan hanya hak untuk memilih tapi hak dipilih mereka ada kesadaran untuk digunakan pada saat kontestasi Pilkada tahun ini.

Dirinya berharap, siapapun yang diberi amanat oleh masyarakat Demak, harus punya komitmen bagaimana memajukan Kabupaten Demak. Selain itu mampu mensejahterakan masyarakat dan menyelesaikan problematika di Demak.

Baca juga:  Website Pemkab Demak Aman dari Peretasan

“Contoh rob di wilayah Sayung. Yang mana tiap hari terjadi. Kemudian di Purworejo Bonang. Harapannya bisa terselesaikan. Berikutnya mengatasi kemiskinan. Jadi itu beberapa permasalahan di Demak,” ujarnya.

Termasuk dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa dilihat dengan angka masyarakat di Kota Wali yang telah menempuh pendidikan tinggi. Jadi lulusan SMA ini harus ada peningkatan untuk bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi.

“Calon pemimpin di Demak ke depan harus mampu mengatasi kemiskinan khususnya kemiskinan  ekstrem yang angkanya cukup tinggi yaitu sebanyak 2,16 persen atau berkisar 25 ribu jiwa,” tandasnya. (adm)